- Fakta Tragedi Bunuh Diri di Jembatan Cangar 1. Dua kasus bunuh diri terjadi dalam waktu berdekatan 2. Korban sama-sama terlihat seorang diri sebelum kejadian 3. Kesaksian petugas menguatkan kronologi sebelum tragedi 4. Barang bukti di lokasi menunjukkan pola yang sama 5. Pemerintah siapkan langkah pencegahan di Jembatan Cangar
CATATAN: Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian
Dalam waktu kurang dari satu bulan, Jembatan Cangar di Kota Batu kembali menjadi sorotan setelah dua kasus bunuh diri dengan pola yang hampir serupa terjadi di lokasi yang sama.
Dua pemuda dari daerah berbeda ditemukan meninggal di dasar jurang, dengan rangkaian kejadian yang menunjukkan kemiripan mulai dari momen sebelum kejadian hingga barang bukti yang ditinggalkan. Kesamaan ini memunculkan perhatian publik, termasuk dugaan adanya fenomena peniruan atau Werther Effect.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sederet fakta yang terungkap dari dua tragedi tersebut.
Fakta Tragedi Bunuh Diri di Jembatan Cangar
1. Dua kasus bunuh diri terjadi dalam waktu berdekatan
Kasus pertama menimpa MMA (24) warga Mojokerto pada akhir Maret 2026. Selang beberapa minggu, DPW (24) warga Lumajang ditemukan meninggal di dasar jurang bawah Jembatan Cangar 1 pada Kamis (23/4/2026). Kedua kejadian ini terjadi di lokasi yang sama dengan pola yang hampir identik.
2. Korban sama-sama terlihat seorang diri sebelum kejadian
Pada kasus DPW, rekaman video viral memperlihatkan korban berada sendirian di atas jembatan. Dalam salah satu video, korban tampak jongkok sambil melamun di dekat sepeda motornya.
Dalam video lain, ia berdiri di dekat pembatas jembatan dan sempat ditanya pengendara lain, "Mas ngapain?". Pola serupa juga terjadi pada kasus MMA yang sebelumnya sempat terekam melamun di lokasi yang sama.
3. Kesaksian petugas menguatkan kronologi sebelum tragedi
Petugas Tahura Raden Soerjo, Robi mengaku sempat melihat korban DPW duduk di atas motor sambil merokok sebelum kejadian.
"Emang korban awalnya duduk di atas motornya sambil ngerokok dan lihat-lihat pohon-pohon. Kemudian saya turun (dari arah Cangar menuju Pacet). Terus (saya) kembali lagi itu posisi masih sama (korban duduk di atas motor)," terang Robi.
Ia tidak menaruh curiga karena mengira korban hanya beristirahat.
"(Saya gak nyamperin korban) karena saya kira di situ cuman istirahat, soalnya waktu itu kan pas jam kerja," imbuhnya.
4. Barang bukti di lokasi menunjukkan pola yang sama
Pada kedua kasus, ditemukan sepeda motor terparkir di tepi jembatan serta sandal di bibir jembatan. Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto menjelaskan, laporan awal berasal dari warga yang curiga melihat kondisi tersebut.
"Kami awalnya mendapatkan laporan dari warga. Warga itu mendapati ada sepeda motor yang terparkir di pinggir jembatan, kemudian adanya sepasang sandal yang ada di bibir jembatan," terang Joko.
Warga kemudian memeriksa ke dasar jurang dan menemukan korban. Polisi juga menemukan barang bukti lain.
"Barang bukti yang kami temukan berupa satu unit sepeda motor merk Vixion yang diduga milik korban, satu dompet warna hitam di saku korban dan kami juga menemukan sepasang sandal warna hitam putih di bibir jembatan," terangnya.
5. Pemerintah siapkan langkah pencegahan di Jembatan Cangar
Menanggapi kejadian berulang ini, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menyatakan pihaknya akan mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengusulkan pemasangan pengaman di jembatan.
"Kami akan segera mengirimkan surat resmi dan duduk bersama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Tujuannya untuk mengusulkan pemasangan pagar pengaman atau jaringan pengaman lain di titik-titik rawan yang sering disalahgunakan," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan penerangan dan memasang CCTV yang terintegrasi dengan Command Center untuk mencegah kejadian serupa terulang.
(ihc/dpe)
