CATATAN: Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.
Detik-detik sebelum pemuda asal Lumajang ditemukan tewas di bawah Jembatan Cangar, terekam tanpa sengaja oleh pemotor yang melintas. Rekaman yang viral di media sosial itu memperlihatkan korban melamun seorang diri di atas jembatan.
Dua video dari sudut berbeda kini menjadi sorotan. Berdasarkan pengamatan detikJatim, video pertama dari seorang pemotor diambil tidak sengaja dari arah Cangar menuju Pacet, menunjukkan korban DPW sedang jongkok sambil melamun menghadap ke arah sepeda motor Vixion miliknya yang terparkir di pinggir jembatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman video itu, terlihat situasi jembatan dalam keadaan sepi. Tidak ada orang lain yang berhenti di sepanjang Jembatan Cangar selain DPW seorang.
Selain video tersebut, beredar rekaman lain yang diambil oleh pemotor perempuan dari arah berlawanan, yakni Pacet menuju ke Cangar. Dalam video versi kedua ini, terlihat DPW sedang berdiri di dekat besi pembatas Jembatan Cangar sambil melihat ke arah depan.
Penumpang motor yang merekam video itu sempat bertanya dari atas motor, "Mas ngapain?" sambil motor tetap melaju.
DPW, warga Kecamatan Candipuro, Lumajang ini pertama kali ditemukan oleh warga dalam keadaan tidak bernyawa pada Kamis (23/4/2026). Ia ditemukan di jurang yang berada tepat di bawah Jembatan Cangar 1.
Sebelum DPW ditemukan tewas, salah satu petugas Tahura Raden Soerjo, Bobi mengaku melihat korban saat melintas jembatan pada sekitar pukul 08.30 WIB. DPW terlihat sedang duduk di atas motor sambil menghisap rokok.
Pada saat itu, Bobi tidak mengira bahwa DPW akan mengakhiri hidup. Ia hanya berpikir korban sedang beristirahat usai melalui perjalanan jauh ketika berkendara.
"(Pada saat melintas saya gak nyamperin korban) karena saya kira di situ cuman istirahat, soalnya waktu itu kan pas jam kerja," terang Robi.
Pasca-ramai beredar ada penemuan jenazah DPW di bawah jembatan, petugas kepolisian dari Polres Batu bersama Tahura, Basarnas, relawan dan PMI Kota Batu melakukan upaya evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.
Saat ini petugas kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan motif hingga penyebab DPW tewas.
"Kami awalnya mendapatkan laporan dari warga. Warga itu mendapati ada sepeda motor yang terparkir di pinggir jembatan, kemudian adanya sepasang sandal yang ada di bibir jembatan," terang Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto saat dihubungi secara terpisah.
"Kemudian warga tersebut menghampiri lokasi sandal, mengingat sebelumnya ada kasus bunuh diri. Warga yang curiga kemudian melihat ke dasar sungai dan melihat korban meninggal dunia di dasar sungai," sambungnya.
Joko menerangkan, setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat, pihaknya menurunkan tim identifikasi bersama penyidik dari Polres Batu untuk melakukan olah TKP. Pada saat itu ditemukan beberapa barang bukti.
"Barang bukti yang kami temukan berupa satu unit sepeda motor merk Vixion yang diduga milik korban, satu dompet warna hitam di saku korban dan kami juga menemukan sepasang sandal warna hitam putih di bibir jembatan," terangnya.
"Dari olah TKP ini kami masih terus melakukan pendalaman-pendalaman karena segala kemungkinan bisa terjadi. Untuk itu kami mohon waktu karena proses penyelidikan masih kami lakukan," imbuhnya.
(irb/hil)
