CATATAN: Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.
Seorang pemuda berinisial DPW diduga bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Cangar. Kejadian ini merupakan kali kedua peristiwa bunuh diri terjadi di jembatan tersebut dalam kurun waktu kurang dari sebulan.
DPW (24) warga Kecamatan Candipuro, Lumajang ditemukan oleh warga dalam keadaan tidak bernyawa pada Kamis (23/4/2026) pagi. Ia ditemukan di jurang yang berada tepat di bawah Jembatan Cangar 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum DPW ditemukan tewas, salah satu petugas Tahura Raden Soerjo, Bobi mengaku melihat korban saat melintas jembatan pada sekitar pukul 08.30 WIB. DPW terlihat sedang duduk di atas motor sambil menghisap rokok.
Pada saat itu Bobi tidak mengira bahwa DPW akan mengakhiri hidup. Ia hanya berpikir jika korban sedang beristirahat usai melalui perjalanan jauh ketika berkendara.
"(Pada saat melintas saya gak nyamperin korban) karena saya kira di situ cuman istirahat, soalnya waktu itu kan pas jam kerja," terang Robi pada Kamis (23/4/2026).
Pasca ramai beredar ada penemuan jenazah DPW di bawah jembatan, petugas kepolisian dari Polres Batu bersama Tahura, Basarnas, relawan dan PMI Kota Batu melakukan upaya evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.
Saat ini petugas kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan motif hingga penyebab DPW tewas.
"Kami awalnya mendapatkan laporan dari warga. Warga itu mendapati ada sepeda motor yang terparkir di pinggir jembatan, kemudian adanya sepasang sandal yang ada di bibir jembatan," terang Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto saat dihubungi secara terpisah.
"Kemudian warga tersebut menghampiri lokasi sandal, mengingat sebelumnya ada kasus bunuh diri. Warga yang curiga kemudian melihat ke dasar sungai dan melihat korban meninggal dunia di dasar sungai," sambungnya.
Joko menerangkan, setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat, pihaknya menurunkan tim identifikasi bersama penyidik dari Polres Batu untuk melakukan olah TKP. Pada saat itu ditemukan beberapa barang bukti.
"Barang bukti yang kami temukan berupa satu unit sepeda motor merk Vixion yang diduga milik korban, satu dompet warna hitam di saku korban dan kami juga menemukan sepasang sandal warna hitam putih di bibir jembatan," terangnya.
"Dari olah TKP ini kami masih terus melakukan pendalaman-pendalaman karena segala kemungkinan bisa terjadi. Untuk itu kami mohon waktu karena proses penyelidikan masih kami lakukan," imbuhnya.
Sebelum kejadian ini, pada 31 Maret 2026 seorang pemuda berinisial MMA (24) warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto juga ditemukan tewas usai melompat dari jembatan yang sama.
Peristiwa yang dialami MMA ini viral di media sosial karena tersebar rekaman video tanpa sengaja yang menunjukkan korban sedang melamun di jembatan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan.
Dalam peristiwa tersebut, barang bukti yang ditemukan juga tidak jauh berbeda. Di mana di jembatan ada satu unit sepeda motor dan sepasang sandal milik MMA.
(auh/abq)











































