Jumlah jemaah haji yang sakit pada musim Haji 2026 di Jawa Timur dilaporkan menurun. Penurunan ini tak lepas dari proses screening kesehatan yang kini diperketat sebelum keberangkatan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya As'adul Anam menyebut, kondisi jemaah tahun ini relatif lebih bugar. Salah satu indikatornya terlihat dari penggunaan kursi roda di tiap kelompok terbang (kloter).
"Tahun lalu, saya lihat kursi roda yang dipakai jemaah lansia bisa lebih dari 24 unit dalam satu kloter. Sementara tahun ini paling banyak satu kloter ada 10 jemaah yang memakai kursi roda. Ada juga yang hanya enam atau tujuh," ujar Anam, Jumat (24/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penurunan penggunaan kursi roda tersebut menunjukkan kondisi kesehatan jemaah yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan screening kesehatan yang semakin ketat.
Anam menjelaskan, jemaah dengan kondisi sakit permanen tidak lagi dipaksakan berangkat. Kuota mereka dialihkan kepada anggota keluarga lain yang lebih sehat.
"Screening kesehatan jemaah calon haji semakin tinggi. Oleh karena itu banyak jemaah yang karena dianggap sakit permanen, kemudian dialihkan kepada anaknya atau istrinya," jelasnya.
Selain itu, pihaknya menjalankan tagline haji 2026, yakni "Haji Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, dan Ramah Perempuan". Sejumlah akses pun dibuka lebih luas, termasuk bagi jemaah perempuan yang kini mendapat kesempatan menjadi pembimbing dengan porsi lebih dari 30 persen di Jawa Timur.
"Terkait dengan disabilitas kita sudah lengkapi dengan layanan lansia. Baik di sini, Embarkasi, maupun di Arab Saudi," tukasnya.
Data sementara hingga Kamis (23/4/2026), PPIH Embarkasi Surabaya tercatat telah memberangkatkan tujuh kloter dengan total 2.660 jemaah.
