Detikers yang berangkat haji tahun ini, ada kabar baik buat kamu! Proses imigrasi di Arab Saudi kini bisa dilewati tanpa antre panjang lewat layanan Mecca Route.
Jadi, begitu tiba di tujuan, jemaah tinggal melanjutkan perjalanan. Penasaran bagaimana mekanismenya? Simak penjelasannya ya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Layanan Mecca Route Haji
Dilansir dari detikNews dan Portal Informasi Indonesia (@indonesiago.id), Mecca Route adalah layanan fast track yang memudahkan jemaah haji menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan dokumen dan keimigrasian Arab Saudi langsung dari bandara keberangkatan di Indonesia.
Lewat mekanisme sistem ini, otoritas Arab Saudi melakukan verifikasi dokumen sebelum keberangkatan. Jadi, saat tiba di Tanah Suci, jemaah tak perlu lagi mengantre untuk pemeriksaan imigrasi. Program ini juga menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kepadatan di bandara Arab Saudi.
Bandara Juanda Jadi Salah Satunya
Dilansir dari detikNews, ada empat bandara di Indonesia yang menyediakan layanan ini, yaitu sebagai berikut.
- Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta)
- Bandara Juanda (Surabaya)
- Bandara Adi Soemarmo (Solo)
- Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar)
Khusus di Bandara Internasional Juanda, layanan Mecca Route difokuskan di Terminal 1, tepatnya di area ruang tunggu gate 13-15.
General Manager Bandara Juanda Muhammad Tohir menjelaskan bahwa fasilitas ini menjadi bagian dari percepatan layanan haji.
"Mecca Route memanfaatkan ruang tunggu gate 13-15 di Terminal 1 sebagai area layanan fast track oleh Pemerintah Arab Saudi," ujar Tohir, dikutip dari ANTARA.
Secara alur, prosesnya berlangsung sebelum jemaah naik pesawat. Pemeriksaan dokumen, termasuk paspor dan administrasi keimigrasian Arab Saudi, dilakukan langsung di bandara keberangkatan.
Volume Keberangkatan Jemaah
Dilansir dari ANTARA, ada sebanyak 380 jamaah calon haji kloter pertama Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo, diberangkatkan menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Azis, Madinah di hari pertama. . Setelah itu, di hari yang sama, kloter kedua menyusul pada siang hari.
Kloter kedua diberangkatkan dengan jumlah 374 jamaah calon haji asal Kabupaten Probolinggo, satu orang asal Kota Malang, satu orang lainnya dari Kota Surabaya, serta empat petugas haji.
Sampai Kapan Layanan Ini Berlangsung?
Dilansir dari ANTARA, Tohir menyebutkan bahwa proses embarkasi haji di Bandara Internasional Juanda akan berlangsung hingga 21 Mei 2026 dengan total 43.623 jamaah calon haji yang diberangkatkan dalam 116 kloter dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Untuk menunjang kelancaran operasional, pihak bandara juga melakukan sejumlah peningkatan fasilitas. Mulai dari renovasi mushala, penambahan toilet, hingga penyediaan dispenser air minum untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama menunggu keberangkatan.
Aspek keamanan juga diperketat sejak dari asrama haji. Petugas Aviation Security (Avsec) melakukan pemeriksaan awal sebelum jemaah menuju bandara. Setelah itu, perjalanan menuju pesawat dikawal oleh petugas Airport Movement Control (AMC) untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan terkoordinasi.
"Kami menyiapkan fasilitas untuk mendukung kelancaran pelaksanaan haji serta memastikan seluruh fasilitas beroperasi normal," ujar Tohir yang dikutip dari Antara.
