Kabar Nasional

Polemik Pernyataan JK dan Jawaban Merendah Jokowi

Tim detikcom - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 11:30 WIB
Presiden ke-7, Joko Widodo ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Senin (20/4/2026)/Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Surabaya -

Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang mengungkit perannya dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memicu beragam respons. Mulai dari Jokowi sendiri, PDIP, hingga relawan Pro Jokowi (Projo) turut angkat bicara.

Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan kekesalannya atas tudingan yang menyebut dirinya mendanai polemik ijazah Jokowi. Dalam kesempatan itu, JK sekaligus menyinggung perannya dalam perjalanan karier politik Jokowi hingga menjadi Presiden RI.

Pernyataan tersebut disampaikan JK saat jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Awalnya, JK menanggapi tuduhan yang diarahkan kepadanya terkait kasus yang menyeret nama Rismon Sianipar.

"Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang," kata JK.

Dalam kesempatan itu, JK juga mengungkit perannya dalam mengantarkan Jokowi ke panggung politik nasional. Ia menyebut dirinya sebagai sosok yang memperkenalkan Jokowi dari Solo ke Jakarta.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," tegas JK.

JK juga menyinggung proses pencalonan Jokowi sebagai presiden saat itu. Ia mengaku diminta langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mendampingi Jokowi.

"Nah dua tahun dia Gubernur, oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, 'Eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini', Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya," katanya.

Menurut JK, permintaan tersebut didasari pertimbangan pengalaman yang dimilikinya.

"'Kenapa Bu saya mesti wakil?', 'karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia'. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang'jangan, Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf'. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?" imbuh JK.

Pernyataan JK tersebut mendapat tanggapan dari Jokowi. Presiden ke-7 RI itu merespons singkat dengan merendah.

"Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," kata Jokowi di kediamannya di Banjarsari, Surkarta (Solo), seperti dilansir detikJateng, Senin (20/4/2026).

Saat ditanya lebih lanjut soal pernyataan JK yang menyebut negara bisa rusak, Jokowi enggan menanggapi.

"Yang menilai bukan saya," kata Jokowi.




(hil/hil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork