Terungkapnya Praktik Perjokian di Hari Pertama UTBK 2 Kampus Surabaya

Round-Up

Terungkapnya Praktik Perjokian di Hari Pertama UTBK 2 Kampus Surabaya

Denza Perdana - detikJatim
Rabu, 22 Apr 2026 07:34 WIB
Kertas ujian di atas meja. Di sebelahnya, terdapat pensil berwarna oranye siap pakai.
Ilustrasi. (Foto: Andy Barbour/Pexels)
Surabaya -

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 hari pertama, Selasa (21/4/2026), diwarnai dengan temuan praktik perjokian. Dua kampus besar di Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair), melaporkan adanya upaya kecurangan dari peserta.

Di Unesa, panitia berhasil mengamankan seorang joki yang mencoba mengelabui petugas dengan dokumen palsu. Sementara di Unair, terduga joki diduga sudah terendus identitasnya hingga akhirnya memilih tidak hadir di lokasi ujian.

Modus Pemalsuan Dokumen Tingkat Tinggi

Panitia UTBK Unesa mengamankan seorang joki di sesi pertama ujian. Praktik ini terbongkar setelah pengawas merasa curiga dengan dokumen yang dibawa peserta pada program studi favorit tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi mengungkapkan bahwa praktik ini melibatkan pemalsuan dokumen tingkat tinggi.

"Hasil verifikasi menunjukkan terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta. Namun, ditemukan perbedaan mencolok pada foto. Ini mengindikasikan ijazah yang digunakan bukanlah ijazah asli," ujar Martadi.

ADVERTISEMENT

Untuk memastikan kecurangan tersebut, tim Unesa melakukan langkah proaktif dengan menghubungi pihak sekolah asal peserta guna meminta data pembanding. Setelah salinan ijazah asli diterima, terungkap bahwa orang yang mengikuti ujian bukanlah pemilik ijazah yang sebenarnya.

Meski terdeteksi curang, pelaku tidak langsung dikeluarkan agar tidak mengganggu peserta lain.

"Peserta yang bersangkutan tetap mengikuti ujian hingga selesai, baru kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini sesuai SOP agar tidak mengganggu peserta lainnya," tutur Martadi.

Pelaku kini telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum terkait pemalsuan dokumen negara.

Pemain Lama Muncul Lagi

Situasi berbeda terjadi di Universitas Airlangga (Unair). Panitia sebenarnya sudah mengantongi daftar nama suspect joki berdasarkan data dari pusat (SNPMB).

Kordinator Pelaksana Pusat UTBK SNBT Unair, I Made Narsa mengatakan, telah mendapat informasi data peserta suspect diduga joki dari SNPMB. Temuannya suspect joki tersebut memilih ujian di Unair.

"Termasuk Unair juga mendapat daftar nama yang dicurigai," kata Made kepada wartawan di Kampus C, Selasa (21/4/2026).

Made menjelaskan, terduga pelaku merupakan "pemain lama". Satu orang diketahui pernah mengikuti UTBK pada tahun 2025, namun mendaftar kembali pada tahun 2026 dengan identitas yang berbeda namun menggunakan foto yang sama.

"Jadi, fotonya sama, identik dengan nama X dan nama Y. Itu dikirim ke kami juga, kami dapat informasi itu. Kemudian terkait dengan joki yang dicurigai ikut di Unair, tadi disebut dalam konferensi itu di Unair ada joki nama yang sama ikut di dua tahun," jelasnya.

Meski lokasi ujian suspect sudah dipantau ketat di Kampus C Unair, yang bersangkutan justru tidak menampakkan batang hidungnya. Diduga, pelaku sudah merasa diawasi sehingga nyalinya menciut.

"Kebetulan tidak hadir. Jadi mungkin dia sudah mendengar kan begini," ujar Made.

Padahal, universitas pilihan peserta tersebut adalah Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Made menduga ketidakhadiran pelaku karena lokasi ujian ditentukan oleh pusat, bukan pilihan peserta sendiri.

"Mungkin dulu niatnya dia itu ingin tidak di Unair tapi karena distribusinya ditentukan oleh pusat, dia kebagian di Unair. Begitu dia dapat di Unair, enggak jadi datang. Takut mungkin begitu kan. Jadi syukurnya kita itu hari ini dia tidak datang, sehingga tidak ada proses yang berkelanjutan," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads