- Apa Itu Manasik Haji?
- Doa Manasik Haji 1. Doa Bacaan Talbiyah 2. Doa Tawaf 3. Doa di Bukit Safa dan Marwah 4. Doa Melempar Jumrah 5. Doa Pulang Haji
- Tata Cara Manasik Haji 1. Persiapan Mental dan Spiritual 2. Pelatihan Manasik 3. Memulai dengan Ihram 4. Melaksanakan Rukun dan Wajib Haji
- Urutan Manasik Haji 1. Ihram 2. Wukuf di Arafah 3. Mabit di Muzdalifah 4. Melempar Jumrah 5. Tahalul Awal 6. Tawaf Ifadah 7. Sa'i 8. Tahalul Kedua 9. Mabit di Mina
Menunaikan ibadah haji ke Makkah memerlukan persiapan fisik maupun spiritual yang matang. Salah satu bekal penting agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk adalah memahami panduan manasik haji, mulai dari urutan pelaksanaan hingga doa-doa yang dibaca di setiap rangkaian ibadah.
Bagi calon jemaah haji yang sedang mempersiapkan diri, memahami tata cara haji sejak awal dapat membantu menjalani setiap prosesi dengan lebih tenang dan terarah. Berikut panduan manasik haji lengkap beserta urutan pelaksanaan, tata cara, dan doa yang dirangkum dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Manasik Haji?
Manasik haji merupakan kegiatan pembekalan atau bimbingan bagi calon jemaah haji untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat. Dalam kegiatan ini, jemaah mempelajari seluruh rangkaian ibadah, mulai dari rukun, wajib, hingga sunah haji agar dapat menjalankan ibadah dengan benar.
Pelaksanaan manasik haji biasanya dilakukan sebelum keberangkatan ke tanah suci. Melalui pembekalan ini, calon jemaah haji diberikan gambaran mengenai hal-hal yang akan dihadapi selama berhaji, baik dari sisi ibadah maupun teknis pelaksanaan di lapangan.
Selain sebagai sarana belajar tata cara haji, manasik haji juga menjadi bekal penting untuk memperkuat kesiapan mental dan spiritual. Dengan memahami makna di balik setiap prosesi ibadah, diharapkan jemaah dapat menunaikan haji dengan lebih ksyusuk, tertib, dan lancar.
Doa Manasik Haji
Doa-doa ini tidak hanya dibaca saat pelaksanaan ibadah haji, tetapi saat proses manasik sebagai bentuk latihan spiritual dan pemahaman tata cara ibadah. Berikut lima doa yang sering diucapkan selama manasik haji dan menjadi panduan utama bagi jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lebih khusyuk.
1. Doa Bacaan Talbiyah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ
Arab Latin: Labbaikalla humma Labbaikh. Labbaikalaa Syariika Laka Labbaik. Innal Hamda Wa Ni'mata Lakawal Mulk Laa Syariikalakaa.
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.
2. Doa Tawaf
بِسْمِ اللهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Arab Latin: Bismillahi wallahu akbar. Allahumma imanan bika, wa tashdiqan bi kitabika, wa wafa'an bi'ahdika, wattiba'an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu 'alayhi wa sallam.
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunnah nabi-Mu Muhammad SAW.
3. Doa di Bukit Safa dan Marwah
اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ولِلَّهِ الْحَمْدُ اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوَّلَانَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ أَدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَإِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ وَإِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ لِلْإِسْلَامِ أَنْ لَا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّانِيْ وَأَنَا مُسْلِمٌ
Arab Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhil hamd, Allâhu akbar 'alâ mâ hadânâ, walhamdu lillâhi 'alâ mâ aulânâ, lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumît, biyadihil khair, wa huwa 'alâ kulli syai'in qadîr. Lâ ilâha illallâhu anjaza wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzâba wahdah. Lâ ilâha illallâhu wa lâ na'budu illâ iyyâhu mukhlisîna lahud dîna wa law karihal kâfirûn. Allâhumma innaka qulta ud'ûnî astajib lakum, wa innaka lâ tukhliful mî'âd, wa innî as'aluka kamâ hadaitanî lil islâmi an lâ tanzi'ahu minnî hattâ tatawaffanî wa anâ muslim.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, dan segala puji bagi Allah atas segala karunia-Nya kepada kami. Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh sendirian. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan tulus dalam beragama meskipun orang-orang kafir membenci. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman 'berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan', dan Engkau tidak mengingkari janji. Aku memohon kepada-Mu, sebagaimana Engkau telah memberi hidayah Islam kepadaku, janganlah Engkau mencabutnya dariku hingga Engkau wafatkan aku dalam keadaan Muslim.
4. Doa Melempar Jumrah
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا
Arab Latin: Bismillâhi wallâhu akbar, rajman lissyayâthîn wa ridhân lirrahmân, Allâhummaj'al hajjan mabrûran wa sa'yan masykûran.
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Untuk melempar setan dan demi keridhaan Allah Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku haji yang mabrur dan sa'i yang diterima.
5. Doa Pulang Haji
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اٰيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Arab Latin: Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîkalahu lahul mulku wa lahul ḫamdu wahuwa 'alâ kulli syai-in qadîr(un), âyibûn tâibûn 'âbidûn sâjidûna li rabbinâ ḫâmidûn shadaqallâhu wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal aḫzâba waḫdahu.
Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Tuhan yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia pemilik seluruh kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, orang-orang yang ahli tobat, ahli ibadah, ahli sujud dan ahli memuji Tuhan kami. Allah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sendiri musuh-musuh -Nya.
Tata Cara Manasik Haji
Tata cara manasik haji menjadi panduan penting bagi calon jemaah untuk memahami seluruh rangkaian ibadah sebelum berangkat ke tanah suci. Berikut tata cara pelaksanaan manasik haji yang wajib dipahami dan diikuti calon jemaah sebagai bekal sebelum menunaikan ibadah haji.
1. Persiapan Mental dan Spiritual
Sebelum mengikuti manasik haji, calon jemaah perlu mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Niat harus diluruskan semata-mata karena Allah SWT, disertai kesiapan hati untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Persiapan ini penting agar setiap rangkaian haji dapat dijalani dengan tenang, khusyuk, dan penuh makna.
2. Pelatihan Manasik
Calon jemaah selanjutnya mengikuti bimbingan manasik haji yang diselenggarakan pemerintah maupun kelompok bimbingan ibadah haji. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan haji, simulasi setiap rangkaian ibadah, serta informasi teknis yang dibutuhkan selama berada di tanah suci.
3. Memulai dengan Ihram
Ihram adalah langkah pertama yang dilakukan saat memasuki miqat. Calon jemaah haji harus mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan niat dengan khusyuk.
4. Melaksanakan Rukun dan Wajib Haji
Setiap rukun dan wajib haji, mulai dari tawaf, sa'i, hingga wukuf di Arafah, harus dilaksanakan sesuai tuntunan yang telah diajarkan saat manasik . Seluruh rangkaian ibadah tersebut memerlukan kesungguhan, ketelitian, dan ketenangan agar dapat dijalankan dengan benar serta sah sesuai syariat.
Urutan Manasik Haji
Urutan manasik haji merupakan panduan dasar yang wajib dipahami setiap calon jemaah agar pelaksanaan ibadah haji berjalan sesuai tuntunan. Berikut urutan manasik haji yang perlu dipahami sebagai bekal penting sebelum menunaikan ibadah haji.
1. Ihram
Ihram merupakan niat memasuki ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram. Dimulai dari miqat, tempat yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, yaitu ketika seluruh jemaah haji berkumpul di Padang Arafah, mulai siang hingga terbenamnya matahari untuk berdoa dan memohon ampun.
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, jemaah haji bermalam di Muzdalifah, mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah.
4. Melempar Jumrah
Jemaah haji melempar tujuh batu kerikil ke arah tugu jumrah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan pada 10 Dzulhijjah.
5. Tahalul Awal
Setelah melempar jumrah, jemaah haji melakukan tahalul dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram.
6. Tawaf Ifadah
Tawaf yang dilakukan setelah melempar jumrah dan merupakan salah satu rukun haji yang dilaksanakan.
7. Sa'i
Sa'I dilakukan setelah tawaf, yaitu dengan berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali sebagai bentuk meneladani perjuangan Hajar mencari air untuk putranya, Ismail.
8. Tahalul Kedua
Jemaah haji pada tahapan ini melakukan pencukuran rambut bagi laki-laki, atau memotong sedikit ujung rambut bagi perempuan yang menandai pencabutan larangan ihram.
Tahalul kedua memungkinkan jemaah kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang selama ihram misalnya seperti berhubungan suami-istri. Ini menjadi langkah terakhir sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
9. Mabit di Mina
Jemaah kembali ke Mina dan bermalam di sana untuk melaksanakan ibadah lainnya, termasuk melempar jumrah di hari-hari tasyrik.
(irb/hil)
