Round Up

Heboh Polemik Pembongkaran Makam Waliyullah di Sidoarjo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 09:30 WIB
Polisi di lokasi makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo di kawasan Pasar Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang dibongkar/Foto: Dok. Istimewa
Sidoarjo -

Pembongkaran makam yang disebut sebagai makam waliyullah di kawasan Pasar Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, memicu polemik di tengah masyarakat. Video aksi tersebut viral di media sosial, sementara status makam hingga kini masih misterius dan dalam penelusuran berbagai pihak.

Sebuah makam yang diyakini sebagai makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo ini dibongkar oleh seorang pria berinisial SA (45), warga Kalijaten. Aksi tersebut dilakukan secara bertahap dan kini tengah ditangani pihak kepolisian.

Panit Reskrim Polsek Taman, Iptu Adri Tri Sasongko, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi bergerak setelah menerima laporan masyarakat yang resah usai video pembongkaran itu viral di media sosial.

"Iya, kami menindaklanjuti adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan pembongkaran makam di kawasan Pasar Wonocolo yang viral di media sosial," ujar Adri kepada detikJatim, Senin (20/4/2026).

Dari hasil pengecekan di lokasi, polisi menemukan adanya kerusakan pada bangunan makam. Sejumlah material seperti kayu dan puing-puing bongkaran turut diamankan sebagai barang bukti.

Berdasarkan keterangan saksi, aksi pembongkaran dilakukan sejak Rabu (15/4) sekitar pukul 22.00 WIB hingga Jumat (17/4/2026). Polisi pun telah memintai keterangan dari SA.

"Ia mengaku mendapat informasi dari orang tuanya bahwa makam tersebut merupakan buatan dan berisi kitab suci Al-Qur'an serta kerangka mainan," jelas Adri.

Selain itu, polisi masih menunggu laporan resmi dari pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Hal ini karena asal-usul makam tersebut juga belum diketahui secara pasti.

"Sampai saat ini kami masih menunggu adanya laporan resmi dari pihak yang merasa sebagai ahli waris makam. Karena asal-usul makam tersebut juga belum diketahui secara pasti," tambahnya.

Viralnya video pembongkaran tersebut turut memicu keresahan warga. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama, turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi bersama berbagai pihak.

"Ya, kita mediasi saja karena ini sudah viral di medsos. Banyak komentar dan tanya ke pemerintah terkait pembongkaran yang disebut sebagai makam wali," ujar Dimas kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

Dimas menegaskan, langkah awal yang dilakukan adalah meredam polemik, bukan mengambil kesimpulan. Ia menilai perlu adanya investigasi historis yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat.

"Kita perlu investigasi lebih dalam secara historis. Harus menghadirkan tokoh agama, ulama, dan sesepuh wilayah sini untuk dimintai keterangan terkait makam ini," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya informasi awal yang menyebut lokasi tersebut dulunya merupakan area pemakaman Tionghoa, sehingga klaim sebagai makam wali masih perlu diuji.

"Kalau ditarik historis, ini disebut makam wali, apakah iya atau tidak, ini yang perlu diinvestigasi lebih dalam," tegasnya.

DPRD pun menyatakan siap memfasilitasi jika nantinya ada kesepakatan untuk membangun kembali makam tersebut.

"Kalau memang nanti banyak yang mendorong untuk dibangun kembali, kami akan fasilitasi. Tapi tetap harus melalui investigasi dulu," imbuhnya.

Dimas juga mendorong penyelesaian secara kekeluargaan, mengingat belum ada kerugian yang jelas dalam kasus ini.



Simak Video "Video: Heboh Makam di Serang Dibongkar Orang Tak Dikenal, Jenazah Hilang"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork