Pria di Sidoarjo Bongkar Makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo

Pria di Sidoarjo Bongkar Makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo

Suparno - detikJatim
Senin, 20 Apr 2026 15:20 WIB
Polisi di lokasi makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo di kawasan Pasar Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang dibongkar
Polisi di lokasi makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo di kawasan Pasar Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang dibongkar (Foto: Dok. Istimewa)
Sidoarjo -

Seorang pria di Sidoarjo membongkar makam Waliyullah Djiro Joyo Ulomo di kawasan Pasar Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Kasus itu kini ditangani pihak kepolisian.

Makam waliyullah tesebut berada di Jalan Raya Stasiun Sepanjang. Sedangkan pelakunya pembongkaran makam berinisial SA (45), warga Kalijaten, Kecamatan Taman.

Panit Reskrim Polsek Taman, Iptu Adri Tri Sasongko, membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi telah turun ke lokasi usai menerima laporan dari masyarakat setelah sempat viral di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, kami menindaklanjuti adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan pembongkaran makam di kawasan Pasar Wonocolo yang viral di media soaial," ujar Adri kepada detikJatim, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dari hasil pengecekan di lokasi, polisi menemukan adanya kerusakan pada bangunan makam. Sejumlah material seperti kayu dan puing-puing bongkaran juga telah diamankan sebagai barang bukti.

Berdasarkan keterangan saksi, aksi pembongkaran tersebut dilakukan oleh SA secara bertahap sejak Rabu (15/4) sekitar pukul 22.00 WIB hingga Jumat (17/4/2026).

Polisi pun telah memintai keterangan dari terduga pelaku. Dari hasil interogasi, SA mengaku pembongkaran dilakukan karena menganggap makam tersebut makam palsu.

"Ia mengaku mendapat informasi dari orang tuanya bahwa makam tersebut merupakan buatan dan berisi kitab suci Alquran serta kerangka mainan," jelas Adri.

Selain itu, polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Wonocolo untuk menelusuri asal-usul makam tersebut. Sejumlah tokoh setempat juga menyebut bahwa keberadaan makam itu belum jelas.

"Sampai saat ini kami masih menunggu adanya laporan resmi dari pihak yang merasa sebagai ahli waris makam. Karena asal-usul makam tersebut juga belum diketahui secara pasti," tambahnya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Taman. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial sebelum ada kejelasan resmi dari pihak berwenang.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads