Tak Cuma Sapu-sapu, Ini Ikan yang Merusak Ekosistem Perairan

Tak Cuma Sapu-sapu, Ini Ikan yang Merusak Ekosistem Perairan

Jihan Navira - detikJatim
Senin, 20 Apr 2026 19:00 WIB
5 Cara Membasmi Ikan Sapu-sapu di Sungai, Hama Invasif Pengancam Ekosistem
Ikan Sapu-sapu. Foto: Juan Carlos Caicedo Hernández/iNaturalist/CC BY 4.0
Surabaya -

Akhir-akhir ini, pembasmian ikan sapu-sapu ramai menjadi sorotan setelah pemerintah bersama masyarakat melakukan pengendalian populasi secara masif di berbagai daerah Indonesia.

Ikan yang dikenal cepat berkembang biak dan sulit dikendalikan ini dinilai merugikan karena merusak ekosistem perairan, mengganggu populasi ikan lokal, hingga merusak jaring nelayan.

Tak cuma ikan sapu-sapu, sejumlah spesies lain diketahui berdampak serius bagi ekosistem perairan. Kehadiran ikan-ikan ini dapat mengganggu keseimbangan lingkungan, mulai dari memangsa biota lokal, merusak habitat, hingga memicu kerugian bagi nelayan. Lantas, ikan apa saja yang termasuk merugikan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Ikan Sapu-sapu?

Sebelum membahas ikan apa saja yang merugikan di Indonesia, ada baiknya mengenali lebih dahulu tentang ikan sapu-sapu. Ikan sapu-sapu memiliki nama ilmiah Suckermouth Catfish atau Pleco.

Dalam klasifikasi ilmiah, ikan ini termasuk dalam famili Loricariidae dengan genus seperti Pterygoplichthys dan Hypostomus. Ikan sapu-sapu sendiri bukan ikan domestik, melainkan ikan air tawar yang berasal dari Amerika Selatan.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari US Fish and Wildlife Service, spesies ini tergolong ikan invasif dengan kemampuan menyebar cepat dan beradaptasi dengan lingkungan baru di luar habitat aslinya.

Di habitat asalnya, populasi ikan sapu-sapu masih terkendali karena keberadaan predator alami, seperti peacock bass dan arapaima. Namun, ketika masuk ke perairan lain, ikan ini berkembang pesat dan mendominasi ekosistem karena minimnya predator alami.

Dengan tubuh keras menyerupai pelat, mulut berbentuk pengisap, serta duri tajam pada siripnya, ikan ini sulit dimangsa predator lain. Ikan sapu-sapu juga dikenal memiliki daya tahan tinggi.

Spesies ini mampu bertahan hidup di berbagai kondisi, mulai air bersih hingga perairan tercemar dengan kadar oksigen rendah. Kemampuan ini karena ikan sapu-sapu dapat mengambil oksigen langsung dari udara dan bertahan di luar air dalam waktu tertentu.

Adaptasi yang tinggi membuat ikan ini mudah berkembang biak dengan cepat di berbagai perairan, termasuk sungai dan waduk. Selain itu, ikan sapu-sapu juga mampu menggali dasar perairan untuk membuat sarang. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi merusak struktur sungai dan mempercepat sedimentasi.

Dari Ikan Hias hingga Jadi Hama Perairan

Dikutip dari laman resmi Badan Karantina Indonesia (Barantin), awalnya ikan ini masuk ke Indonesia sebagai ikan hias akuarium. Namun, populasinya kemudian berkembang tanpa kendali karena dilepas ke alam bebas.

Seiring waktu, ikan ini masuk dalam kategori spesies asing invasif yang mengancam ekosistem perairan. Keberadaannya mengganggu keseimbangan lingkungan karena bersaing dengan ikan lokal dalam memperebutkan makanan dan habitat.

Tak hanya memakan alga, ikan sapu-sapu juga bersifat omnivora oportunistik yang memakan telur ikan lain, tumbuhan air, hingga organisme kecil yang berperan penting dalam rantai makanan. Hal ini membuat ikan lokal kesulitan berkembang biak dan mempertahankan populasinya.

Di sisi lain, ikan ini memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat tinggi. Dalam sekali bertelur, ikan sapu-sapu dapat menghasilkan ratusan telur yang dijaga hingga menetas, sehingga tingkat kelangsungan hidupnya tinggi.

Secara keseluruhan, ikan sapu-sapu dianggap hama dan merugikan karena populasinya sulit dikendalikan, minim predator alami, dan berpotensi mendominasi perairan hingga menekan populasi ikan asli.

Selain Ikan Sapu-sapu, Ini Ikan yang Merugikan

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) Nomor 19/PERMEN-KP/2020 Tahun 2020 mengatur larangan pemasukan, pembudidayaan, peredaran, hingga pengeluaran jenis ikan yang dinilai membahayakan dan merugikan.

Selain ikan sapu-sapu, terdapat sejumlah ikan lain yang juga termasuk ke dalam kategori merugikan. Dalam aturan tersebut, tercatat ada 75 ikan yang termasuk kategori merugikan selain ikan sapu-sapu, berikut di antaranya.

  1. Hydrocynus vittatus - African tigerfish
  2. Hydrocynus goliath - Goliath tigerfish
  3. Hoplias malabaricus - Wolf fish
  4. Asterophysus batrachus - Gulper fish
  5. Parambassis alleni - Asiatic glassfish
  6. Parambassis baculis - Himalayan glassy perchlet
  7. Parambassis bistigmata - (tidak ada nama umum)
  8. Parambassis confinis - Sepik glass perchlet
  9. Parambassis dayi - Day's glassy perchlet
  10. Parambassis gulliveri - (tidak ada nama umum)
  11. Parambassis lala - High-fin glassy perchlet
  12. Parambassis pulcinella - Humphead glassy perchlet
  13. Parambassis ranga - Indian glassy perchlet
  14. Parambassis serrata - (tidak ada nama umum)
  15. Parambassis thomassi - Western Ghats glassy perchlet
  16. Parambassis vollmeri - (tidak ada nama umum)
  17. Parambassis waikhomi - (tidak ada nama umum)
  18. Pseudambassis roberti - (tidak ada nama umum)
  19. Arapaima gigas - Giant arapaima/pirarucu/paiche
  20. Arapaima leptosoma - Torpedo-shaped arapaima
  21. Channa argus - Northern snakehead/ocellated snakehead / amur snakehead
  22. Channa marulius - Giant snakehead/bullseye snakehead / great snakehead / indian snakehead
  23. Bramocharax bransfordii - Long jaw tetra
  24. Amatitlania nigrofasciata - Convict cichlid/zebra cichlid
  25. Amphilophus citrinellus - Midas cichlid
  26. Amphilophus labiatus - Red devil
  27. Andinoacara rivulatus - Green terror/gold saum
  28. Cichla ocellaris - Peacock bass/peacock cichild
  29. Cichla piquiti - Azul
  30. Cichla melaniae - (tidak ada nama umum)
  31. Cichlasoma trimaculatum - (tidak ada nama umum)
  32. Mayaheros urophthalmus - Mayan cichlid/Mexican mojarra
  33. Cribroheros alfari - Pastel cichlid
  34. Hemichromis elongatus - Banded jewel cichlid
  35. Parachromis managuensis - Jaguar guapote
  36. Pelmatolapia mariae - Spotted mangrove cichlid / black mangrove cichlid
  37. Tilapia sparrmanii - Banded tilapia
  38. Coptodon zillii - Redbelly tilapia/striped tilapia/cichild
  39. Coptodon tholloni - Slebra/Ekouni
  40. Sarotherodon occidentalis - Perch Africaine / West African tilapia
  41. Misgurnus anguillicaudatus - Weather loach/pond loach
  42. Hydrolycus armatus - Tetra vampir/fish puppy
  43. Cyprinella lutrensis - Red shiner
  44. Leuciscus idus - Golden orfe/ide/orfe / silver orfe
  45. Tinca tinca - Doctor fish/green tench
  46. Esox spp. - Pike
    Esox americanus - Redfin pickerel
  47. Acanthogobius flavimanus - Yellowfin goby
  48. Neogobius melanostomus - Black spotted goby / Round goby
  49. Ameiurus nebulosus - Brown Bullhead/Bullhead, Catfish/Common Bullhead/Common Catfish/Horned Pout / Hornpout / Marbled Bullhead/Minister / Mudcat / Northern Brown
    Bullhead
  50. Pylodictis olivaris - Flathead catfish
  51. Lates niloticus - Nile perch/Victoria Perch
  52. Micropterus salmoides - Black Bass/Green Bass/Large-Mouth Bass / Largemouth Bass / Largemouth Black Bass/Northern / Largemouth Bass
  53. Atractosteus spp. - Gar
  54. Lepisosteus spp. - Gar
  55. Pterygoplichthys spp. - Ikan sapu-sapu
  56. Megalops atlanticus - Atlantic tarpon
  57. Coreoperca kawamebari - Japanese perch
  58. Phalloceros caudimaculatus - Caudo / Speckled Mosquitofish / Spottail Mosquitofish / Spotted Livebearer / Dusky Millions Fish
  59. Serrasalmus spp. - Piranha
  60. Pygocentrus spp. - Piranha
  61. Pristobrycon striolatus - Pristo Striolatus / Striolatus / Caribito
  62. Metynnis argenteus - Silver dollar
  63. Electrophorus electricus - Electric eel
  64. Colomesus psittacus - Banded Puffer/Banded Pipefish/Parrot Pufferfish
  65. Tetraodon spp. - Puffer
  66. Paracanthopoma parva - (tidak ada nama umum)
  67. Plectrochilus spp. - Canero
  68. Vandellia spp. - Candiru
  69. Pacifastacus leniusculus - Californian Crayfish/Pacific Crayfish/Signal Crayfish
  70. Charybdis japonica - Asian Crab/Asian Padle Crab/Blue Crab/Swimming Crab
  71. Orconectes spp. - Crayfish
  72. Procambarus spp - Louisiana/Crayfish/Marbled/Crayfish
  73. Perna perna - Brown Mussel/ Mexilhao Mussel
  74. Rhinella marina - Bufo Toad/Bullfrog/Cane Toad/Giant American Toad/Giant Toad
  75. Osteopilus septentrionalis - Cuban Tree-frog/Rana Cubana / Giant Tree-frog/Marbled Tree-Toad

Jenis-jenis ikan tersebut dilarang karena berpotensi membahayakan ekosistem maupun manusia. Beberapa di antaranya bersifat predator yang dapat mengancam populasi ikan lokal. Ada juga ikan yang mengandung racun atau biotoksin, bersifat parasit, hingga berpotensi melukai dan membahayakan keselamatan manusia.

Karena itu, penangkapan serta pengendalian populasi ikan sapu-sapu dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah kerusakan yang lebih luas pada ekosistem perairan. Sejumlah daerah pun mulai bergerak melakukan pembasmian spesies ini.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads