Mau Daftar Sekolah Rakyat di Jawa Timur? Begini Caranya!

Mau Daftar Sekolah Rakyat di Jawa Timur? Begini Caranya!

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 19 Apr 2026 18:40 WIB
Desain Sekolah Rakyat Banyuwangi Berstandar Internasional
Sekolah Rakyat di Banyuwangi (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur bersiap menerima calon murid untuk tahun ajaran 2026/2027. Rencananya, ada ribuan calon siswa yang akan diterima di sekolah rakyat di Jawa Timur.

"Ada sekitar 19 Sekolah Rakyat yang nantinya akan permanen beroperasi di Jatim pada tahun ajaran 2026/2027. Saat ini bangunan permanennya dalam proses pembangunan oleh Kementerian PU," kata Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (19/4/2026).

"Insyaallah 19 Sekolah Rakyat yang sedang pembangunan permanen akan menerima masing-masing sekitar 1.000 siswa," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke-19 lokasi SR, kata Novi, berada di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Yakni di Surabaya, Sampang, Kabupaten Kediri, Gresik, Kota Kediri, Ngawi, Kabupaten Malang, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Tuban, Kabupaten Madiun, Pacitan, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Surabaya, Jombang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, dan Trenggalek.

"Dari 19 daerah itu, yang belum ada rintisan atau belum ada sekolah rakyatnya yang beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026 di Sampang, Ngawi, Nganjuk, Kota Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Madiun. Nah yang belum ada rintisan ini pembangunan SR-nya sedang dikebut Kementerian PU," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi saat ini kan sekolah rakyat yang sudah merintis untuk tahun ajaran 2025/2026 masih meminjam bangunan dari pemprov, ada juga dari pemkab-pemkot dan universitas. Untuk tahun ajaran depan sudah disiapkan bangunannya," tambahnya.

Untuk pendaftarannya, Novi menyebut keluarga calon siswa sekolah rakyat cukup menghubungi atau mendatangi Dinsos Kabupaten/Kota setempat untuk dilakukan pendataan.

"Syaratnya, keluarga calon siswa harus masuk desil satu dan desil dua berdasar data Kemensos dan BPS. Apabila keluarga itu tidak terdaftar di desil satu dan dua, namun tidak mampu untuk mensekolahkan anaknya, maka tim Kemensos bersama BPS akan turun survei langsung ke alamat keluarga yang bersangkutan. Karena yang menentukan desil satu atau dua dari BPS," bebernya.

Novi menyebut siswa di sekolah rakyat akan mendapatkan pendidikan gratis dan berkualitas. Termasuk asrama dan kebutuhan sehari-hari ditanggung pemerintah.

"Selain itu, kami juga menyiapkan guru agama ke masing-masing sekolah rakyat yang ada di Jawa Timur. Di mana masing-masing sekolah rakyat akan ada sekitar empat guru," tandasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads