Presiden RI Prabowo Subianto mempunyai mimpi besar memperkuat kualitas pendidikan nasional. Salah satunya dengan mendirikan ratusan sekolah unggulan bernama Sekolah Garuda di penjuru Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyambut baik Sekolah Garuda. Menurutnya, Sekolah Garuda akan dijadikan proyek percontohan nasional dengan menunjuk sekolah-sekolah terpilih di berbagai daerah, termasuk di Jatim.
"Sekolah Garuda ini dibentuk oleh pemerintah pusat. Nantinya Kemendikti Saintek akan menunjuk sekolah-sekolah di kabupaten dan kota sebagai pilot project," ujar Aries di BPSDM Jatim 2026, Kamis (15/1/2026) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aries menyebut Sekolah Garuda tidak selalu harus dibangun baru. Pemerintah daerah dapat mengusulkan SMA yang sudah ada untuk dinilai kelayakannya oleh kementerian.
"Pemerintah provinsi mengusulkan SMA yang ada. Bisa di berbagai daerah, bahkan kami siapkan usulan dari 38 kabupaten dan kota. Nanti kementerian yang melakukan penilaian dan menentukan apakah sekolah tersebut layak menjadi Sekolah Garuda," jelasnya.
Aries menjelaskan, Sekolah Garuda akan menerapkan standar pendidikan yang lebih tinggi dibanding sekolah reguler. Seleksi siswa dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan capaian akademik dan aspek psikologis.
"Standarnya tinggi, nilai akademik, psikotest, dan evaluasi rutin setiap bulan. Sistem pembelajarannya juga lebih menantang karena siswanya memiliki kemampuan di atas rata-rata," ungkapnya.
Ia menyebutkan, lulusan Sekolah Garuda diharapkan mampu bersaing masuk perguruan tinggi negeri unggulan, bahkan perguruan tinggi internasional.
"Harapannya lulusan Sekolah Garuda bisa masuk PTN terbaik, bahkan kampus internasional," katanya.
Terkait jumlah Sekolah Garuda di Jawa Timur, Aries merujuk pada arahan Presiden yang menyebutkan satu Sekolah Garuda untuk setiap kabupaten/kota.
"Kalau arahan presiden satu kabupaten satu sekolah, berarti ada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Artinya, potensi itu ada dan kami siap," tegasnya.
Saat ini, Dindik Jatim mulai mengajukan usulan sekolah dan menunggu proses survei serta verifikasi dari Kemendikti Saintek. Aries memastikan Jatim memiliki sumber daya dan potensi siswa yang memadai untuk menjalankan program tersebut.
"Jawa Timur sejak dulu punya potensi luar biasa. Tinggal menunggu penunjukan dari kementerian. Pada prinsipnya, kami siap," pungkasnya.
Rencana Sekolah Garuda ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan SMA Taruna Kampus Malang di Pagak, Kabupaten Malang, Selasa (13/1/2026).
Melalui SMA Garuda, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa dan pencetak pemimpin yang berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global.
Prabowo menyampaikan, pemerintah akan membangun 20 SMA Garuda tambahan pada tahap awal. Dengan target jangka pendek, setiap provinsi memiliki minimal satu sekolah menengah unggulan.
Program tersebut kemudian akan diperluas secara hingga mencapai 500 sekolah unggulan terintegrasi di tingkat kabupaten dalam empat tahun ke depan.
"Dan rencana saya juga di tiap kabupaten nanti kita akan bikin sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 (sekolah) bisa kita selesaikan dalam empat tahun ke depan," tegas Prabowo, Selasa (13/1/2026).
Dengan berdirinya Sekolah Garuda atau sekolah unggulan ini, Prabowo berharap nantinya dapat mencetak calon pemimpin yang bersih dan memang bekerja untuk rakyat.
"Kita ingin mencetak pemimpin-pemimpin yang jujur, bersih, tidak korupsi, dan benar-benar bekerja untuk rakyat dan bangsanya," kata Prabowo.
Prabowo juga meminta seluruh unsur terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan, agar melaksanakan tugas serta tanggung jawab semaksimal mungkin.
"Saya minta semua unsur, para pimpinan lembaga, para pimpinan sekolah, para pamong guru untuk laksanakan pendidikan yang sebaik-baiknya, pendidikan yang inovatif, pendidikan yang penuh dengan niat untuk membina dan mengembangkan," pungkasnya.
(auh/dpe)
