Pilot Helikopter PK-CFX Mayor Marindra Dikenang Berdedikasi Tinggi

Pilot Helikopter PK-CFX Mayor Marindra Dikenang Berdedikasi Tinggi

Suparno - detikJatim
Sabtu, 18 Apr 2026 20:10 WIB
Almarhum Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo yang memakai topi, sementara di tengah adalah Mayor Laut Baron
Almarhum Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo yang memakai topi, sementara di tengah adalah Mayor Laut Baron. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Kepergian Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo dalam kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Bukit Puntak, Sekadau, Kalimantan Barat, meninggalkan duka mendalam, terutama bagi rekan-rekan sejawatnya di lingkungan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal).

Almarhum diketahui merupakan suami dari Serma APM/W Rena Purnama Dewi A.Md.Kes. Semasa hidupnya, Mayor Purn Marindra Wibowo dikenal sebagai sosok perwira yang memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas dan tanggung jawabnya di TNI Angkatan Laut.

Salah satu rekan sejawatnya, Mayor Laut, Yahya Khoibaron Aqwa yang akrab dipanggil Mayor Baron, yang saat ini menjabat sebagai Koorsmin Danpuspenerbal, mengungkapkan bahwa almarhum pernah berdinas di Puspenerbal Juanda, Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau berdinas terakhir sebelum purna tugas di Skuadron 200 Wing Udara 1 Surabaya sebagai Wakil Komandan Skuadron," kata Baron kepada detikJatim, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Baron, almarhum merupakan pribadi yang memiliki loyalitas dan dedikasi luar biasa. Bahkan setelah memasuki masa purna tugas, Marindra Wibowo masih aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan Puspenerbal.

ADVERTISEMENT

"Almarhum memiliki kepribadian yang baik, dekat dengan rekan-rekan, serta tetap aktif dalam kegiatan yang melibatkan para purnawirawan," tambahnya.

Kenangan mendalam juga dirasakan Baron saat bersama almarhum menjalankan tugas dalam Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 di Batam. Saat itu, mereka terlibat dalam operasi pengamanan udara menggunakan helikopter Bell 412 HU-420.

"Dalam satu hari kami bisa terbang hingga lima jam, mulai dini hari hingga malam, selama kurang lebih tiga minggu untuk mengamankan kapal perang yang masuk ke wilayah perairan Indonesia," kenangnya.

Ia juga menyebut, selama bertugas bersama, Marindra Wibowo banyak memberikan ilmu, khususnya dalam penerbangan instrumen dan surveillance dari helikopter.

"Beliau tidak hanya sebagai pimpinan, tetapi juga mentor yang membagikan banyak ilmu terbang kepada juniornya," kata Baron

Kepergian Mayor Purn Marindra Wibowo menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan TNI AL, khususnya komunitas penerbangan angkatan laut yang pernah merasakan dedikasi dan pengabdiannya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads