Misteri Kematian RA Kartini yang Menjadi Kontroversi

Misteri Kematian RA Kartini yang Menjadi Kontroversi

Chilyah Auliya  - detikJatim
Sabtu, 18 Apr 2026 01:00 WIB
RA Kartini dan suami.
RA Kartini dan suami. Foto: Istimewa
Surabaya -

Kematian Raden Ajeng Kartini hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Tokoh emansipasi perempuan itu wafat pada 17 September 1904 di Rembang, hanya empat hari setelah melahirkan putra pertamanya, dalam usia 25 tahun.

Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak pihak. Kabar duka dengan cepat menyebar, tidak hanya di Hindia Belanda, tetapi hingga Belanda melalui berbagai surat kabar. Sosok Kartini dikenal luas sebagai perempuan dengan pemikiran maju yang memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kartini Wafat Empat Hari Setelah Melahirkan

Dilansir dari buku "Sisi Lain Kartini" karya Djoko Marihandono, Yudha Tangkilisan, Dri Arbaningsihn, dan Nur Khozin, Kartini melahirkan putra pertamanya dengan Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat pada 13 September 1904.

Namun, kebahagiaan besar Kartini saat itu tidak berlangsung lama. Hanya berselang empat hari setelah persalinan, kabar duka datang. Pada 17 September 1904, Kartini meninggal dunia secara mendadak.

ADVERTISEMENT

Peristiwa ini sontak mengejutkan masyarakat luas. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat Jawa, tetapi juga bagi kalangan sahabat dan relasinya di Eropa.

Sejumlah surat kabar pada masa itu memuat kabar wafatnya Kartini. Harian Belanda Algemeen Handelsblad, dan De Sumatra Post memuat tulisan yang menggambarkan Kartini sebagai sosok perempuan dengan wawasan luas, keberanian berpikir, serta cita-cita besar memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan.

Jurnalis Java Bode menuliskan kekagumannya terhadap Kartini yang dinilai memiliki karakter kuat dan keberanian yang membedakannya dari perempuan bangsawan lain pada zamannya. Selain itu, surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad juga mencatat kiprah Kartini dalam mendorong kemajuan pendidikan bagi kalangan bumiputera.

Detik-detik Terakhir Kartini

Dirangkum dari Antara, menjelang wafatnya, kondisi Kartini disebut masih dalam keadaan sadar. Bahkan, suaminya masih berbincang dengan Kartini hingga saat-saat terakhir.

Namun, situasi berubah cepat. Kartini mengeluhkan perutnya terasa tegang. Seorang dokter kemudian datang untuk memberikan penanganan. Tak lama setelah itu, kondisi Kartini justru memburuk secara drastis.

Dalam waktu sekitar 30 menit setelah keluhan tersebut, Kartini mengembuskan napas terakhir. Kematian yang begitu cepat inilah yang kemudian memicu berbagai tanda tanya.

Kematian yang berlangsung begitu cepat dan minim penjelasan medis inilah yang kemudian memunculkan berbagai spekulasi. Salah satu yang sempat berkembang adalah kecurigaan terhadap dokter yang menanganinya, termasuk dugaan adanya kesalahan dalam penanganan medis.

Selain itu, beredar pula cerita bahwa sebelum kondisinya menurun, Kartini sempat mengonsumsi minuman tertentu. Narasi ini kemudian berkembang menjadi dugaan yang lebih jauh, termasuk spekulasi adanya unsur kesengajaan untuk menghentikan pemikiran Kartini, meski tidak pernah terbukti secara pasti.

Di sisi lain, spekulasi juga menyentuh aspek gaya hidup Kartini. Dalam surat-suratnya kepada Jacques Henri Abendanon, ia diketahui menjalani pola makan vegetarian sejak usia muda. Hal ini kemudian dikaitkan dengan kondisi kesehatannya setelah melahirkan, dengan anggapan adanya kekurangan nutrisi.

Meski demikian, penjelasan medis modern tidak mendukung dugaan tersebut. Pola makan vegetarian dinilai tetap aman, termasuk bagi ibu hamil, selama kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Dalam perspektif medis, kematian Kartini lebih mungkin berkaitan dengan komplikasi pascapersalinan, seperti preeklampsia, kondisi tekanan darah tinggi yang dapat terjadi selama atau setelah kehamilan. Pada awal abad ke-20, keterbatasan penanganan medis membuat kondisi semacam ini berisiko tinggi.

Sayangnya, ketiadaan rekam medis yang rinci membuat penyebab pasti kematian Kartini tidak pernah benar-benar terkonfirmasi. Hingga kini, berbagai spekulasi tersebut tetap menjadi bagian dari misteri yang menyelimuti akhir hidupnya.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads