Jasa Kartini untuk Indonesia yang Menginspirasi Sampai Kini

Jasa Kartini untuk Indonesia yang Menginspirasi Sampai Kini

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 14 Apr 2026 03:00 WIB
Happy Kartini day illustration. Indonesian female hero, Women empowerment, Kartini brave female with sun. Kartini the heroes of women and human right in Indonesia. Vector  illustration.
Ilustrasi hari Kartini. Foto: Getty Images/Natalia Loginova
Surabaya -

Kalau mendengar nama Raden Ajeng Kartini, yang terlintas biasanya kebaya, sanggul, dan peringatan setiap 21 April. Tapi sebenarnya, jasa Kartini untuk Indonesia jauh lebih dalam dari sekadar simbol emansipasi perempuan.

Lewat tulisan, pemikiran, dan langkah nyatanya, Kartini membuka jalan perubahan besar terutama dalam pendidikan. Yuk kita bahas lebih dalam apa saja jasa Kartini yang menginspirasi sampai sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjuangan Kartini Datang dari Kegelisahan Pribadi

Kartini tumbuh di tengah budaya Jawa yang masih membatasi ruang gerak perempuan. Dulunya, ia dikekang oleh tradisi pingitan yang membuatnya tak bebas mengejar pendidikan dan menentukan hidupnya sendiri.

Dari situ, muncul kegelisahan yang kemudian ia tuangkan dalam surat-suratnya. Tulisannya penuh dengan kritik kondisi sosial. Ia kecewa akan minimnya akses pendidikan untuk perempuan dan kini ia juga terkurung adat yang mengucilkan impiannya.

ADVERTISEMENT

Menyuarakan Emansipasi Lewat Surat-surat

Salah satu jasa terbesar Kartini adalah keberaniannya menyuarakan pemikiran melalui surat. Ia aktif berkirim surat dengan tokoh-tokoh Belanda seperti J.H. Abendanon, Rosa Abendanon, dan Stella Zeehandelaar.

Dalam surat-surat tersebut, Kartini membahas banyak hal seperti pendidikan, kebebasan, hingga kondisi sosial masyarakat pribumi. Bahkan, ia juga mengkritik kebijakan pemerintah kolonial yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

Kumpulan surat ini kemudian diterbitkan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang (1911), yang membuat pemikirannya dikenal luas hingga ke Eropa. Dalam pengantar buku tersebut, ada salah satu kalimat yang sangat mengambarkan pandangannya untuk perempuan.

"Jika perempuan itu berpelajaran, lebih cakaplah dia mendidik anaknya... dan lebih majulah bangsanya".

Impiannya tak berhenti menjadi sebatas angan. Setelah menikah, Kartini dengan dukungan sang suami mendirikan sekolah untuk anak perempuan di Jepara. Bahkan, setelah wafatnya pada 1904, gagasannya terus hidup.

Pada 1907, berdiri Sekolah Kartini di Batavia, yang kemudian berkembang luas di wilayah Malang, Cirebon, Bogor, hingga Surabaya. Hal ini juga tak mungkin tanpa dukungan dari Yayasan Kartini di Den Haag, Belanda yang membantu memperluas akses pendidikan bagi perempuan pribumi.

Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Perempuan

Jasa Kartini tidak hanya berdampak pada pendidikan, tapi juga pada cara masyarakat melihat perempuan. Di masanya, perempuan sering dianggap hanya berperan di ranah domestik.

Kartini menantang pandangan ini dengan menunjukkan bahwa perempuan juga berhak berpikir, belajar, dan berkontribusi untuk masyarakat. Ia melihat emansipasi perempuan sebagai bagian dari perubahan sosial yang bisa mendukung kemajuan bangsa.

Kalau dilihat dari konteks zamannya, apa yang diperjuangkan Kartini sebenarnya sejalan dengan munculnya gerakan perempuan di berbagai belahan dunia. Saat itu, mulai banyak pemikiran yang mendorong perempuan untuk punya hak yang sama.

Dan menariknya, Kartini sudah lebih dulu menyuarakan hal itu dengan caranya sendiri. Ia percaya, ketika perempuan punya akses pendidikan, mereka bisa berkembang, berpikir mandiri, dan ikut membawa perubahan

Upaya yang diperjuangkan Kartini berhasil menginspirasi perempuan-perempuan pribumi mengejar impian yang sama, bahkan memberikan teladan bagi tokoh-tokoh perempuan di Indonesia.

Atas kontribusinya, Kartini kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Soekarno melalui Keppres Nomor 108 Tahun 1964. Menariknya, bahkan sebelum itu, masyarakat sudah lebih dulu memperingati 21 April sebagai Hari Kartini.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads