Harga Avtur Naik 3 Kali Lipat, Biaya Haji 2026 Justru Turun?

Harga Avtur Naik 3 Kali Lipat, Biaya Haji 2026 Justru Turun?

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Sabtu, 11 Apr 2026 03:00 WIB
Sejumlah umat muslim mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji di Al Mahmudah Training Center, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bekal awal bagi umat muslim dalam memahami pelaksanaan ibadah haji.
Ilustrasi calon jemaah haji. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Surabaya -

Harga avtur yang melonjak hingga 2-3 kali lipat sempat memicu kekhawatiran soal biaya haji 2026. Pasalnya, komponen bahan bakar pesawat punya porsi besar dalam ongkos penerbangan jemaah ke tanah suci.

Namun, pemerintah memastikan biaya haji tahun 2026 tidak akan naik. Bahkan, ada rencana penurunan biaya sekitar Rp 2 juta. Lalu, bagaimana cara pemerintah menahan kenaikan di tengah tekanan global ini?

Dampak Kenaikan Avtur ke Biaya Haji

Kenaikan harga avtur saat ini memang tidak bisa dianggap sepele. Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkap lonjakan harga mencapai 2-3 kali lipat akibat dampak konflik global, khususnya di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Avtur naik 2-3 kali lipat, itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini, dan kita sedang mencari pemecahannya," ujar Gus Irfan dalam pertemuan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Kantor Kemenhaj, yang dikutip dari detikHikmah.

Karena avtur merupakan komponen utama dalam biaya penerbangan, kenaikan ini otomatis mempengaruhi struktur Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), khususnya pada sektor transportasi udara.

ADVERTISEMENT

Usulan Kenaikan Tarif Maskapai

Dua maskapai utama yang selama ini melayani jemaah haji Indonesia, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, telah mengajukan penyesuaian biaya sebagai respons atas lonjakan tersebut.

Garuda Indonesia, misalnya, mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp 7,9 juta per jemaah dengan asumsi harga avtur berada di angka USD 116 per liter. Sementara itu, Saudia Airlines juga mengajukan kenaikan dengan nominal yang tidak jauh berbeda, yakni sekitar USD 480 atau setara Rp 8,1 juta per jemaah.

Jika usulan ini direalisasikan, maka biaya penerbangan haji yang sebelumnya berada di kisaran Rp 33,5 juta per jemaah berpotensi meningkat cukup signifikan.

Biaya Haji Bisa Naik Sampai 50%

Kenaikan biaya tidak hanya dipengaruhi harga avtur semata, tetapi juga oleh kemungkinan perubahan rute penerbangan akibat situasi geopolitik yang belum stabil. Jika konflik di kawasan Timur Tengah memaksa maskapai untuk mengambil jalur yang lebih panjang, maka konsumsi bahan bakar pun akan ikut meningkat.

Dalam pemaparan Kementerian Haji dan Umrah, terdapat dua skenario yang mungkin terjadi. Pada kondisi normal tanpa perubahan rute, biaya penerbangan diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 46,9 juta per jemaah atau meningkat hampir 40%. Namun, jika terjadi perubahan rute, angkanya bisa melonjak hingga sekitar Rp 50,8 juta atau naik lebih dari 50%.

Selain berdampak pada biaya, perubahan rute ini juga berpotensi menambah durasi perjalanan hingga empat jam lebih lama. Semakin panjang waktu tempuh, semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan.

Biaya Haji 2026 Dipastikan Tak Naik

Di tengah berbagai potensi kenaikan tersebut, pemerintah tetap menegaskan komitmennya untuk melindungi jemaah haji. Presiden RI secara langsung menyampaikan bahwa biaya haji 2026 tidak akan naik, bahkan direncanakan turun sekitar Rp 2 juta.

"Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah," tegas Presiden dalam Rapat Kerja di Istana Negara.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah yang tidak ingin membebankan kenaikan biaya kepada jemaah. Berbagai skenario biaya pun terus dihitung ulang dengan mempertimbangkan dinamika global terbaru.

Secara resmi, pemerintah telah menyatakan bahwa biaya haji 2026 akan tetap terkendali dan tidak mengalami kenaikan. Namun, kondisi ini tetap sangat bergantung pada faktor eksternal yang berada di luar kendali.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads