Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang perempuan di Kertosono, Nganjuk hendak melakukan percobaan bunuh diri. Beruntung aksi itu berhasil digagalkan masinis dan petugas PT KAI.
Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, kejadian tersebut terdeteksi pada pukul 14.00 WIB, setelah masinis KA Malioboro Ekspres relasi dari Stasiun Purwokerto-Malang melaporkan adanya seseorang yang berada dalam posisi tidur terlentang di tengah rel, di jalur KA antara Stasiun Kertosono dan Baron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga akan melakukan tindakan bunuh diri. Setelah menerima laporan dari masinis, petugas segera melakukan langkah cepat dengan menghentikan laju kereta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan petugas pengamanan," ujar Tohari, Kamis (9/4/2026).
Menurut Tohari, KA Malioboro Ekspres sempat berhenti luar biasa (BLB) di KM 97+900 pada pukul 14.03 WIB. Hal ini untuk mengantisipasi pergerakan orang tersebut ke arah kereta.
"Setelah situasi dinyatakan aman, perjalanan KA kembali dilanjutkan pada pukul 14.12 WIB," imbuhnya.
Tohari menyebut, perempuan yang hendak bunuh diri diperkirakan berusia 50 tahun. Perempuan itu kemudian dievakuasi oleh petugas pengamanan Stasiun Kertosono.
"Selanjutnya, yang bersangkutan diserahkan kepada petugas Polsek Kertosono," tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, terdapat dua perjalanan kereta api yang terdampak dengan total keterlambatan mencapai 18 menit, yaitu KA 170B (Malioboro Ekspres) tiba di Kertosono pukul 14.17 WIB, terlambat 13 menit. Serta, KA 82B (Sancaka) melintas Baron pukul 14.18 WIB, terlambat 5 menit
"KAI mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan jiwa manusia. Tindakan cepat masinis dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden yang lebih fatal," tambah Tohari.
Sementara Kapolsek Kertosono, Kompol Joni Suprapto menambahkan, wanita tersebut kini dalam keadaan selamat dan menunggu dijemput oleh anaknya.
"Asal Tulungagung. Memang diduga hendak bunuh diri kemungkinan karena depresi," pungkas Joni.
(auh/abq)











































