Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, kinerja ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Surabaya bersinar di kancah internasional. Nilai ekspor produk lokal bahkan mencapai USD 2,7 juta, melampaui target awal USD 1 juta.
Capaian itu ditandai dengan pemberangkatan ekspor ke enam negara tujuan pada acara Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 di Grand City Convention Hall. Adapun negara tujuan ekspor meliputi Pakistan, Oman, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, dan Brunei Darussalam.
"Banyak orang bertanya, bagaimana pergerakan industri di Surabaya? Hari ini kita buktikan. Total yang terkirim untuk ekspor hari ini mencapai 2,7 juta Dolar Amerika. Ini angka yang sangat besar dan jauh melebihi apa yang kita targetkan," kata Eri kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eri menekankan, kesuksesan tersebut merupakan hasil program pendampingan yang konsisten. Tercatat, ada sekitar 36 IKM yang dinyatakan "naik kelas" dan mampu memenuhi standar kualitas ekspor.
"Pemerintah kota tidak selalu harus di depan, tapi kita mendorong agar perusahaan dan UMKM terus berkembang. Hari ini terbukti, Surabaya bukan hanya kota jasa, tapi juga kota industri yang mampu menggerakkan ekonomi dan mengurangi pengangguran," ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan nilai ekspor, Pemkot Surabaya akan memperkuat kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memberikan pelatihan bagi pengusaha muda. Hal ini dilakukan guna menghapus anggapan bahwa ekspor itu sulit atau berisiko tinggi.
"Nanti ada pendampingan dari Kadin. Mereka yang sudah berhasil ekspor akan menjadi mentor bagi UMKM yang lain. Kita ingin anak muda Surabaya tidak ragu lagi untuk mendunia," jelasnya.
Eri juga mengapresiasi seluruh pihak, termasuk direktur perusahaan dan organisasi profesi yang telah berkolaborasi. Menurutnya, keberhasilan Surabaya melampaui target ekspor ini merupakan kerja kolektif berbagai elemen.
"Ini kerja bersama. Kita tidak butuh pengakuan, tapi kita butuh bukti bahwa ekonomi bergerak dan pengangguran berkurang. Dengan nilai ekspor yang melampaui target ini, Surabaya membuktikan diri sebagai pemain utama industri kreatif di pasar dunia," urainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, capaian tersebut diraih melalui rangkaian pendampingan sejak 30 April 2026. Awalnya, sekitar 80 pelaku IKM mendaftar, kemudian diseleksi dan dibekali untuk memenuhi standar ekspor.
"Kami memberikan coaching clinic kepada 80 pelaku usaha tersebut. Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan (PT/IKM) yang dinyatakan benar-benar siap untuk ekspor dan dipertemukan langsung dengan para pembeli (buyer)," kata Hebi.
Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari kehadiran enam buyer besar yang tertarik pada produk lokal Surabaya. Para buyer hadir secara daring maupun luring.
"Selain yang hadir offline, ada tiga negara yang terhubung melalui Zoom, yaitu dari Singapura, Oman, dan Hongkong. Hasilnya luar biasa, seluruh buyer baik yang hadir langsung maupun daring melakukan pembelian. Total transaksi yang tertuang dalam Letter of Intent (LoI) mencapai 2,7 juta US Dollar," jelasnya.
Hebi menegaskan, target utama festival ini bukan sekadar angka ekspor, melainkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Seiring meningkatnya skala usaha 36 IKM tersebut, kebutuhan tenaga kerja juga diharapkan ikut bertambah.
"Karena kita sudah mengangkat kelas para pelaku usaha, dampak yang kami harapkan adalah terserapnya tenaga kerja baru. Itulah mengapa dalam acara ini kami juga menyelenggarakan Job Fair secara simultan," tambahnya.
Kegiatan ini didukung dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo. CEO Performa Optima Group Stefanus Sugeng Irawan mengatakan, festival tersebut menjadi platform kolaboratif bagi perkembangan industri dan ketenagakerjaan.
"Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif," pungkasnya.
(irb/hil)











































