Apakah Bisa Terkena Campak Setelah Imunisasi Lengkap?

Apakah Bisa Terkena Campak Setelah Imunisasi Lengkap?

Chilyah Auliya - detikJatim
Kamis, 09 Apr 2026 01:00 WIB
Ilustrasi campak pada anak.
Ilustrasi campak pada anak. Foto: iStock
Surabaya -

Meski sudah menjalani imunisasi lengkap, sebagian orang tua masih dibuat khawatir ketika anak tetap terkena campak. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah vaksin yang diberikan tidak bekerja dengan optimal, atau ada faktor lain yang mempengaruhi?

Faktanya, imunisasi campak memang sangat efektif melindungi, tetapi tidak menjamin perlindungan 100 persen. Ada sejumlah kemungkinan yang bisa menyebabkan seseorang tetap terinfeksi, meski risikonya jauh lebih kecil dan gejalanya umumnya lebih ringan.

Manfaat Vaksin Campak

Dirangkum dari berbagai sumber, imunisasi campak tetap menjadi perlindungan penting untuk mengurangi dampak infeksi, meski tidak membuat anak kebal sepenuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibarat rompi antipeluru, vaksin tidak selalu mencegah "tembakan" datang, tetapi mampu melindungi bagian vital agar tidak berujung fatal. Karena itu, anak yang sudah divaksin namun tetap terkena campak umumnya akan mengalami gejala yang jauh lebih ringan.

Seperti demam yang tidak terlalu tinggi dan kondisi anak yang tetap relatif aktif. Selain itu, risiko terjadinya komplikasi serius juga jauh lebih kecil, karena vaksin terbukti efektif mencegah kondisi berat seperti radang paru (pneumonia) maupun radang otak yang kerap menjadi momok pada kasus campak.

ADVERTISEMENT

Penyakit dengan Gejala Mirip Campak

Demam yang disertai ruam merah memang sering langsung dikaitkan dengan campak. Padahal, ada sejumlah penyakit lain dengan gejala serupa, sehingga penting untuk tidak terburu-buru menyimpulkan. Berikut beberapa penyakit dengan gejala mirip campak.

  • Rubella (campak Jerman): Gejalanya mirip, tetapi umumnya lebih ringan.
  • Roseola infantum: Ruam biasanya muncul saat demam anak mulai mereda.
  • Alergi: Bisa dipicu makanan atau reaksi obat tertentu.
  • Infeksi virus lain: Seperti enterovirus hingga gejala awal demam berdarah (DBD).

Ciri Khas Campak yang Perlu Dikenali

Agar tidak bingung membedakan campak dengan ruam biasa, ada beberapa ciri khas yang umumnya hanya muncul pada campak. Perhatikan pola berikut ini untuk mengenali ciri khas campak.

  • Campak biasanya diawali demam tinggi, disertai batuk, pilek, dan mata merah (konjungtivitis).
  • Ruam merah muncul sekitar 3-4 hari setelah demam, dimulai dari belakang telinga, lalu menyebar ke wajah, tubuh, hingga tangan dan kaki.
  • Muncul bintik putih kebiruan di bagian dalam pipi, yang menjadi salah satu tanda khas campak.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski orang tua sudah bisa mengenali ciri-cirinya, memastikan diagnosis tetap sebaiknya dilakukan dokter. Apalagi jika ruam tidak kunjung membaik, demam berlangsung tinggi, atau anak terlihat lebih lemas dari biasanya.

Jika mengalami kondisi tersebut, jangan tunda untuk memeriksakannya ke fasilitas kesehatan terdekat. Di sisi lain, orang tua juga perlu tetap tenang. Pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi si kecil terpenuhi dengan baik, agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga selama proses pemulihan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads