Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan mencatat sebanyak 96 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2026. Meski tidak ada laporan korban jiwa, masyarakat diminta tetap waspada dan meningkatkan kebersihan lingkungan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr. Yani Khoirurahmahwati mengatakan, puluhan kasus tersebut didominasi infeksi ringan.
"Dari total 96 kasus, sebanyak 48 orang mengalami infeksi virus dengue ringan, sementara 11 orang menunjukkan gejala klinis awal demam berdarah," ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Yani menegaskan, langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut. Salah satunya melalui penerapan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang.
"Kami terus mengimbau masyarakat menerapkan 3M secara rutin, terutama membersihkan penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta tidak membiarkan barang bekas menumpuk," jelasnya.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut terbukti efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue. Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan membersihkan sarang jentik, menggunakan obat anti nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Tak hanya mengandalkan peran masyarakat, Dinkes Lamongan juga menggencarkan upaya pengendalian dengan melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan permukiman padat dan saluran air.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti sekaligus menekan potensi lonjakan kasus DBD di Lamongan.
Simak Video "Video: Kemenkes Catat 131 Ribu Kasus DBD Sepanjang 2025"
(auh/abq)