Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Hingga akhir April 2026, Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 185 warga terjangkit penyakit yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut.
Dari jumlah tersebut, satu kasus dilaporkan berujung pada kematian. Penyebaran DBD tercatat telah menjangkau seluruh 13 kecamatan di wilayah Pamekasan, dengan beberapa daerah mencatat angka kasus yang cukup tinggi.
Kecamatan Pademawu, khususnya wilayah kerja Puskesmas Sopaah, menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni sekitar 28 kasus. Disusul Kecamatan Kadur dengan 24 kasus, serta Kecamatan Teja dengan 17 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok usia anak-anak menjadi yang paling terdampak dalam penyebaran DBD tahun ini. Data menunjukkan mayoritas penderita berasal dari rentang usia 5 hingga 14 tahun. Sementara itu, kasus juga ditemukan pada kelompok usia dewasa dan balita, meskipun dalam jumlah lebih sedikit.
Meski angka kasus tahun ini disebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, peningkatan jumlah kasus sejak awal tahun tetap menjadi perhatian serius.
Pada Januari 2026, kasus DBD tercatat masih di kisaran puluhan, namun terus bertambah hingga mencapai ratusan kasus saat ini.
Dinas Kesehatan Pamekasan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menerapkan langkah pencegahan melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, ruam pada kulit, atau tanda perdarahan seperti mimisan.
Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan juga terus menggencarkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di berbagai wilayah guna menekan angka penyebaran DBD.
"Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah peningkatan kasus di tengah perubahan cuaca yang mendukung perkembangbiakan nyamuk," jelas Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifudin, Jumat (1/5/26).
Dengan kondisi saat ini, masyarakat diharapkan tidak lengah dan tetap menjaga kebersihan lingkungan demi memutus rantai penyebaran penyakit DBD.
(auh/abq)
