Perkembangan Terbaru Polemik 'Selat Hormuz Sidokare' Sidoarjo

Round Up

Perkembangan Terbaru Polemik 'Selat Hormuz Sidokare' Sidoarjo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 10:00 WIB
Selat Hormuz Cabang Sidokare Sidoarjo
'Selat Hormuz Cabang Sidokare' Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Polemik penutupan jalan di Perumahan Sidokare Asri, Kecamatan Sidoarjo, yang dijuluki warganet sebagai 'Selat Hormuz Sidokare' terus bergulir.

Aksi seorang lansia menutup sebagian akses jalan memicu perdebatan, mulai dari alasan keselamatan hingga tudingan tindakan sepihak. Berikut rangkuman lengkapnya:

Awal Mula Viral di Media Sosial

Aksi penutupan jalan ini pertama kali viral setelah beredar video CCTV di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah akun TikTok @Brilliant_Prayoga, terlihat seorang pria lanjut usia menutup akses jalan menggunakan jemuran hingga pelat besi, bahkan berjaga dengan tongkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penjagaan
Selat Hormuz βœ–
Jalan Akses Perum βœ”" keterangan dalam video yang dilihat detikJatim, Minggu (5/4/2026).

Aksi itu membuat warga kerepotan karena harus memutar arah atau mengambil risiko saat melintas di jalan sempit tersebut. Video lain memperlihatkan warga kesulitan melintas. Bahkan, ada pengendara yang nekat lewat meski berisiko kendaraan lecet.

ADVERTISEMENT

"Cara lain melewati selat hormuz cabang sidokare
Mobil lecet dikit gpp," tulis video tersebut.

Tujuan Lansia Tutup 'Selat Hormuz Sidokare'

Setelah aksinya viral dan menuai kecaman warga, MH akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan duduk perkara di balik aksinya menutup jalan sepihak yang kini bahkan sudah muncul di Google Maps tersebut.

MH menegaskan bahwa tindakannya memasang penghalang bukan untuk mempersulit warga tanpa alasan. Ia mengaku merasa resah dengan kondisi lingkungan yang dianggapnya semrawut akibat parkir liar.

"Saya itu tujuannya penertiban, banyak mobil parkir seenaknya dan tidak memikirkan lingkungan," ujar MH saat ditemui detikJatim di rumahnya, Minggu (5/4/2026).

Selain masalah parkir, faktor keselamatan anak-anak menjadi poin utama pembelaannya. Menurutnya, jalan alternatif tersebut sering dilalui kendaraan dengan kecepatan yang membahayakan anak kecil di sekitar lokasi.

"Di situ juga sering ada anak-anak kecil lewat mendadak, jadi saya antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan," jelasnya.

Meski video CCTV menunjukkan mobil-mobil kesulitan melintas, MH menampik jika dirinya menutup akses secara permanen. Ia menyebut hanya menerapkan sistem buka-tutup dengan portal yang dipasang sebagian.

"Saya tidak menutup total, hanya separuh, sifatnya buka-tutup. Kalau ada yang mau lewat ya saya persilakan," katanya.

Ia juga mengklaim tindakan ini bukan keputusan buta sepihak, melainkan sudah melalui pembicaraan dengan warga terdekat. "Saya sudah musyawarah dengan beberapa tetangga," imbuhnya.

Kata Tetangga

Di balik polemik tersebut, warga setempat Guntomo menyebut tindakan lansia berinisial MH sebenarnya dilatarbelakangi niat baik.

"Sebetulnya tujuannya benar, hanya untuk menghambat kendaraan supaya tidak terlalu kencang. Di sini tidak ada polisi tidur, sementara anak-anak sering bermain," kata Guntomo ditemui detikJatim di rumahnya, Senin (6/4/2026).

Ia mengaku kerap melihat situasi berbahaya, bahkan cucunya hampir terserempet kendaraan. "Saya sendiri sering melihat, cucu saya juga hampir terserempet. Apalagi anak-anak SMP sering berkegiatan di sini," jelasnya.

Menurutnya, pelat penghalang biasanya diletakkan di pinggir jalan agar kendaraan tetap bisa lewat.

"Kalau ditaruh di pinggir, mobil masih bisa lewat. Jadi bukan untuk menutup jalan, tapi menghambat supaya tidak terlalu cepat," ujarnya.

Namun, posisi pelat yang kadang berada di tengah jalan diduga bukan sepenuhnya disengaja. "Kadang ditarik anak-anak ke tengah untuk mainan. Kalau Pak MH biasanya naruh di pinggir," tambahnya.

Ia pun menyarankan agar diberi tulisan imbauan.

"Kalau bisa ditulisi saja 'pelan-pelan, banyak anak kecil', dan ditaruh di pinggir. Jadi orang lewat bisa mengerti," tuturnya.

Ketegangan Warga Sempat Terjadi

Guntomo juga mengungkap adanya ketegangan antara MH dan pihak YG yang merupakan sekretaris RT.

"Kalau malam itu memang sempat ada kejadian antara sekretaris RT dengan Pak MH. Tapi soal yang viral di media sosial, saya tidak tahu siapa yang mengunggah," katanya.

Ia berharap persoalan ini tidak berlarut-larut. "Intinya tujuannya sebenarnya bagus, hanya cara penyampaiannya yang perlu diperbaiki," pungkasnya.

Pengunggah Video Buka Suara

Belakangan, YG mengaku sebagai pihak yang mengunggah video viral tersebut. Ia menegaskan tindakannya bukan untuk memperkeruh suasana.

"Tujuan saya bukan mau melaporkan orang ini. Tujuan saya biar banyak orang bisa berubah, lebih baik, bertetangga lebih nyaman," kata YG kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, unggahan itu muncul karena komunikasi antarwarga tidak berjalan baik. "Kalau menurut saya hanya miskomunikasi saja. Tapi memang tidak bisa diajak komunikasi," tambahnya.

Dalam pernyataan lain, YG juga menyebut warga sudah tidak kuat dengan kondisi tersebut hingga akhirnya viral.

"Iya betul saya yang meng-upload video itu agar bisa menjadi refleksi. Bahwa orang itu jangan seperti itu. Kita ini sudah tidak kuat, sampai akhirnya viral," tambahnya.

Namun, ia juga menilai persoalan bukan sekadar miskomunikasi.

"Kalau dibilang miskomunikasi, menurut saya bukan. Karena kami tahu beliau seperti apa," tegasnya.

Mediasi Sempat Direncanakan

Upaya penyelesaian sempat direncanakan melalui mediasi yang melibatkan pihak kelurahan hingga wakil bupati. Namun, YG mengaku tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

"Memang ada rencana mediasi jam 08.00 pagi, katanya wakil bupati mau datang. Tapi saya tidak datang. Saya sudah sampaikan ke kelurahan, kalau tidak bisa pagi ya siang, tapi malam bisa hadir," jelasnya.

Meski demikian, ia tetap berharap konflik dapat diselesaikan dengan baik.

"Harapannya ini jadi refleksi saja, supaya ke depan lebih baik dalam bermasyarakat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads