'Selat Hormuz Sidokare' Viral, Begini Kata Tetangga di Perumahan

'Selat Hormuz Sidokare' Viral, Begini Kata Tetangga di Perumahan

Suparno - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 14:15 WIB
Selat Hormuz Cabang Sidokare Sidoarjo
Lokasi jalan 'Selat Hormuz Cabang Sidokare' Sidoarjo yang diduga ditutup sepihak oleh salah satu warga setempat. (Foto: Tangkapan layar)
Sidoarjo -

Aksi seorang lansia menutup akses jalan alternatif di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo yang diduga secara sepihak viral di media sosial. Warga menjuluki lokasi itu sebagai 'Selat Hormuz Sidokare' karena dianggap menyerupai jalur sempit yang terhambat, layaknya Selat Hormuz di Iran.

Penutupan jalan itu sempat membuat warga kerepotan. Sejumlah pengendara bahkan harus memutar arah hingga nekat melintas dengan risiko kendaraan mengalami lecet.

Menanggapi hal ini, salah satu warga setempat, Guntomo angkat bicara. Dia menyebutkan tindakan lansia yang akrab disapa Pak MH itu sebenarnya memiliki tujuan baik, yakni untuk memperlambat laju kendaraan demi keselamatan anak-anak di lingkungan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya tujuannya benar, hanya untuk menghambat kendaraan supaya tidak terlalu kencang. Di sini tidak ada polisi tidur, sementara anak-anak sering bermain," kata Guntomo ditemui detikJatim di rumahnya, Senin (6/4/2026).

Ia mengaku kerap melihat situasi berbahaya di lokasi itu, terutama saat anak-anak bermain di sekitar tikungan jalan. Bahkan, cucunya sendiri hampir terserempet kendaraan yang melintas.

ADVERTISEMENT

"Saya sendiri sering melihat, cucu saya juga hampir terserempet. Apalagi anak-anak SMP sering berkegiatan di sini," jelasnya.

Guntomo menambahkan pemasangan pelat penghalang itu dilakukan secara mandiri oleh Pak MH. Biasanya, pelat itu diletakkan di pinggir jalan agar kendaraan tetap bisa melintas, namun tetap mengurangi kecepatan.

"Kalau ditaruh di pinggir, mobil masih bisa lewat. Jadi bukan untuk menutup jalan, tapi menghambat supaya tidak terlalu cepat," ujarnya.

Namun, ia menduga posisi pelat yang kadang berada di tengah jalan bukan sepenuhnya kesengajaan. Guntomo menilai pelat itu kemungkinan sering dipindahkan oleh anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.

"Kadang ditarik anak-anak ke tengah untuk mainan. Kalau Pak MH biasanya naruh di pinggir," tambahnya.

Ia juga menyarankan agar pelat tersebut diberi tulisan imbauan agar pengendara lebih memahami maksud pemasangan.
"Kalau bisa ditulisi saja 'pelan-pelan, banyak anak kecil', dan ditaruh di pinggir. Jadi orang lewat bisa mengerti," tuturnya.

Terkait polemik yang sempat terjadi, Guntomo menyebut ada ketegangan antara Pak MH dan pihak YG selalu sekretaris RT setempat. Ia mengatakan sempat melihat dari rekaman CCTV adanya upaya memindahkan pelat untuk memberi akses kendaraan.

"Kalau malam itu memang sempat ada kejadian antara sekretaris RT dengan Pak MH. Tapi soal yang viral di media sosial, saya tidak tahu siapa yang mengunggah," katanya.

Guntomo mengaku baru mengetahui keramaian tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga, lantaran kejadian berlangsung pada malam hari saat dirinya tidak berada di rumah.

Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di lingkungan warga.

"Intinya tujuannya sebenarnya bagus, hanya cara penyampaiannya yang perlu diperbaiki," pungkasnya.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads