5 Fakta Penutupan Sepihak 'Selat Hormuz Sidokare' Sidoarjo

5 Fakta Penutupan Sepihak 'Selat Hormuz Sidokare' Sidoarjo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 11:15 WIB
Selat Hormuz Cabang Sidokare Sidoarjo
'Selat Hormuz Sidokare' Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Warga Sidoarjo kembali dihebohkan dengan konflik bertetangga yang berujung pada penutupan akses jalan di Perumahan Sidokare Asri hingga dijuluki netizen sebagai 'Selat Hormuz Sidokare'.

Aksi penutupan jalan alternatif menggunakan jemuran hingga plang besi tersebut mendadak viral setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan kendaraan kesulitan melintas, bahkan hingga mengalami lecet, tersebar luas di platform TikTok.

Di balik ketegangan yang terjadi, muncul berbagai fakta menarik mulai dari motif pelaku yang mengaku demi keselamatan anak-anak, hingga munculnya titik lokasi baru di Google Maps yang dibuat oleh warganet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rangkuman fakta-fakta fenomena 'Selat Hormuz Sidokare':

1. Julukan Selat Hormuz Muncul Akibat Blokade Jalan

Istilah unik ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun TikTok @Brilliant_Prayoga yang menganalogikan penutupan jalan perumahan tersebut dengan jalur laut strategis di Iran yang sering mengalami ketegangan.

ADVERTISEMENT

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria lanjut usia (lansia) menjaga ketat akses jalan depan rumahnya dengan membawa tongkat layaknya penjaga perbatasan yang sangat selektif membiarkan kendaraan lewat.

"Penjagaan
Selat Hormuz βœ–
Jalan Akses Perum βœ”," demikian keterangan dalam video yang dilihat detikJatim.

2. Penutupan Menggunakan Portal Pribadi Tanpa Izin RT

Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa aksi MH tersebut dilakukan secara spontan dan tanpa ada koordinasi maupun izin resmi dari pengurus lingkungan mengenai pemasangan portal tambahan tersebut.

Portal yang dipasang bukanlah fasilitas umum milik warga, melainkan konstruksi pribadi yang sengaja dibuat oleh MH untuk menghalau akses kendaraan yang dianggap mengganggu kenyamanan rumahnya.

"Kalau portal resmi dari RT itu ada, tapi ini penutup jalan pribadi, yang bikin sendiri," tegas Ketua RT 53, Abdul Rofik.

3. Dalih Lansia Tutup 'Selat Hormuz Sidokare'

Pria berinisial MH (66), pelaku penutupan jalan akhirnya buka suara dan mengklaim bahwa tindakannya dilakukan secara sadar untuk membenahi lingkungan perumahan yang sering semrawut oleh kendaraan luar.

Ia juga merasa khawatir dengan keselamatan anak-anak kecil di sekitarnya mengingat jalan alternatif tersebut sering kali dilalui kendaraan dengan kecepatan yang tidak terkontrol.

"Saya itu tujuannya penertiban, banyak mobil parkir seenaknya dan tidak memikirkan lingkungan," ujar MH kepada detikJatim.

4. Muncul Sebagai Destinasi Baru di Google Maps

Kreativitas warganet Sidoarjo membawa isu ini ke level lebih tinggi dengan mendaftarkan alamat rumah MH sebagai titik koordinat baru di Google Maps dengan nama 'Selat Hormuz Sidokare'.

Hingga kini, lokasi tersebut telah dibanjiri ulasan dari para pemandu lokal yang mayoritas berisi sindiran serta nada kekecewaan terhadap penutupan akses jalan umum tersebut.

"Njauk tulung gruduk en ae (minta tolong digeruduk saja)," tulis salah satu pemandu lokal dalam ulasan Google Maps yang terpantau detikJatim.

5. Pelaku Merasa Dirugikan dan Berencana Lapor Polisi Terkait UU ITE

Meski mengakui tindakannya, MH merasa keberatan dengan viralnya video CCTV tersebut yang dianggap telah menyudutkan dirinya tanpa adanya proses klarifikasi terlebih dahulu secara langsung. Ia pun menegaskan akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan penyebar video tersebut ke Polresta Sidoarjo karena merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh narasi media sosial.

"Rencana hari Senin saya akan laporkan ke Polresta Sidoarjo, bagian IT," tandas MH.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Awal Mula Munculnya 'Selat Hormuz' Cabang Sidokare Jatim"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads