Duduk Perkara Lansia Sidoarjo Tutup Sepihak 'Selat Hormuz Sidokare'

Duduk Perkara Lansia Sidoarjo Tutup Sepihak 'Selat Hormuz Sidokare'

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 06 Apr 2026 09:31 WIB
Selat Hormuz Cabang Sidokare Sidoarjo
'Selat Hormuz Cabang Sidokare' Sidoarjo/Foto: Tangkapan layar
Sidoarjo -

Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan julukan unik 'Selat Hormuz Sidokare' untuk sebuah jalan di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo. Bukan tanpa alasan, julukan itu muncul setelah seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial MH (66) melakukan aksi penutupan jalan secara sepihak.

Hal ini membuat tetangganya geram. Para pengendara mobil pun terpaksa mundur karena jalan ditutup, hingga mereka bermanuver ekstra, bahkan hingga mengalami lecet.

Setelah aksinya viral dan menuai kecaman warga, MH akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan duduk perkara di balik aksinya menutup jalan sepihak yang kini bahkan sudah muncul di Google Maps tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MH menegaskan bahwa tindakannya memasang penghalang bukan untuk mempersulit warga tanpa alasan. Ia mengaku merasa resah dengan kondisi lingkungan yang dianggapnya semrawut akibat parkir liar.

ADVERTISEMENT

"Saya itu tujuannya penertiban, banyak mobil parkir seenaknya dan tidak memikirkan lingkungan," ujar MH saat ditemui detikJatim di rumahnya, Minggu (5/4/2026).

Selain masalah parkir, faktor keselamatan anak-anak menjadi poin utama pembelaannya. Menurutnya, jalan alternatif tersebut sering dilalui kendaraan dengan kecepatan yang membahayakan anak kecil di sekitar lokasi.

"Di situ juga sering ada anak-anak kecil lewat mendadak, jadi saya antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan," jelasnya.

Meski video CCTV menunjukkan mobil-mobil kesulitan melintas, MH menampik jika dirinya menutup akses secara permanen. Ia menyebut hanya menerapkan sistem buka-tutup dengan portal yang dipasang sebagian.

"Saya tidak menutup total, hanya separuh, sifatnya buka-tutup. Kalau ada yang mau lewat ya saya persilakan," katanya.

Ia juga mengklaim tindakan ini bukan keputusan buta sepihak, melainkan sudah melalui pembicaraan dengan warga terdekat. "Saya sudah musyawarah dengan beberapa tetangga," imbuhnya.

Di sisi lain, narasi yang berkembang di media sosial justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Akun TikTok @Brilliant_Prayoga mengunggah rekaman CCTV yang memperlihatkan bagaimana warga harus bersusah payah melewati jalan depan rumah MH.

Dalam video tersebut, MH tampak menjaga jalan dengan jemuran, plang besi, hingga membawa tongkat.

"Penjagaan
Selat Hormuz ✖
Jalan Akses Perum ✔
," tulis keterangan dalam video tersebut.

Bahkan, terdapat cuplikan mobil yang nekat melintas hingga bodi kendaraan lecet demi melewati celah sempit tersebut.

MH merasa dirugikan dengan narasi video yang beredar luas tanpa meminta klarifikasinya terlebih dahulu. Ia menilai informasi yang viral telah menyudutkan pribadinya.

"Itu di media sosial tidak sesuai fakta. Tidak ada konfirmasi ke saya, langsung viral," keluh MH.

Buntut dari kekecewaan tersebut, MH berencana membawa masalah ini ke ranah hukum. Ia berniat melaporkan pengunggah pertama video tersebut ke pihak berwajib. "Rencana hari Senin saya akan laporkan ke Polresta Sidoarjo, bagian IT," tegasnya.

Kendati demikian, MH menyatakan siap bertanggung jawab jika memang secara aturan dirinya terbukti melanggar ketentuan lingkungan. "Kalau saya salah, saya juga siap mengakui. Tapi niat saya hanya untuk kebaikan lingkungan," pungkasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads