Jawa Timur nggak cuma punya pantai dan gunung, tapi juga deretan wisata hutan yang estetik dan juga penuh cerita mistis. Beberapa bahkan dikenal punya aura angker yang bikin merinding, tapi tetap menarik untuk dikunjungi.
Masing-masing punya daya tariknya sendiri. Kalau kamu penasaran, berikut daftar wisata hutan di Jawa Timur yang wajib masuk wishlist, termasuk hutan-hutan yang terkenal angker.
Wisata Hutan di Jawa Timur
Mulai dari hutan pinus yang Instagramable hingga rimba lebat penuh cerita gaib, destinasi-destinasi ini menawarkan pengalaman wisata yang unik sekaligus menantang adrenalin. Penasaran di mana saja? Berikut lima wisata hutan di Jawa Timur yang wajib masuk daftar kunjunganmu.
1. Alas Lali Jiwo
Alas Lali Jiwo adalah kawasan hutan cemara di lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur, yang terkenal dengan kisah mistis dan banyaknya pendaki yang tersesat. Secara bahasa, Alas Lali Jiwo berarti "hutan tempat lupa jiwa" atau lupa diri.
Menurut situs sejarah Belanda Java Post, nama Lali Jiwo berasal dari nama sebuah pondok persinggahan yaitu Pondok Lalie-Djiwo. Nah, nama ini diyakini berasal dari cerita masa lalu tentang pondok kecil yang terisolasi di hutan tersebut, yang kemudian disebut sebagai tempat jiwa-jiwa yang terlupakan.
Menurut versi legenda, hutan ini mampu membuat orang yang lewat di sana mudah bingung, panik, atau bahkan terus berjalan tanpa sadar.
Beberapa versi sejarah juga menyebutkan bahwa nama ini terkait dengan kesaksian pendaki yang sering hilang arah atau merasa seperti terkunci dalam perputaran jalan yang sama, sehingga muncul mitos bahwa hutan ini bisa mengganggu jiwa.
Lokasi ini sering dianggap sebagai tempat pertapaan dan ujian mental bagi pendaki yang melanggar pantangan, seperti sombong atau berbicara kasar.
2. Alas Purwo
Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah satu hutan tertua di Pulau Jawa dengan luas sekitar 43.420 hektar. Kawasan ini punya ekosistem lengkap, mulai dari hutan hujan, savana Sadengan, mangrove, hingga pantai seperti Plengkung (G-Land) yang terkenal di kalangan peselancar.
Selain kekayaan alamnya, Alas Purwo juga dikenal dengan cerita mistisnya. Nama "Purwo" sendiri berarti permulaan, makanya sering disebut sebagai hutan pertama di Pulau Jawa.
Dilansir dari detikTravel, seorang ahli spiritual Banyuwangi menyarankan pengunjung untuk menjaga sikap saat berada di kawasan ini. Menurutnya, Alas Purwo dihuni bangsa jin hingga genderuwo.
Ia juga menyebut Alas Purwo merupakan tempat tinggal Nyi Roro Kidul dan pengikutnya. Sehingga muncul mitos pengunjung akan dibawa makhluk gaib jika memiliki niat buruk dan tidak menjaga sikap saat memasuki hutan ini. Ada juga cerita pengunjung yang mengaku seperti dipanggil suara asing saat memasuki Alas Purwo.
Masyarakat setempat pun percaya jika ada suara asing yang memanggil, maka jangan menoleh maupun menengok belakang ke arah suara itu. Jika melanggar maka akan terjadi malapetaka, di mana orang tersebut akan diculik bangsa jin.
3. Alas Ketonggo
Alas Ketonggo berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Wisata ini dipercaya sebagai gerbang alam gaib Gunung Lawu.
Dikutip dari detikNews, Palereman Alas Ketonggo Srigati Ngawi adalah pintu gerbang menuju alam gaib Gunung Lawu. Tempat ini merupakan petilasan tempat istirahat Raja Prabu Brawijaya V, sebelum bertapa dan hilang di puncak Gunung Lawu.
Bahkan, pernah ada salah satu pengunjung yang melakukan ritual, lalu melukis sosok ular naga dan putri cantik. Sosok ular naga besar dan putri cantik itu tidak semua orang bisa melihatnya.
Dikutip dari sumber yang sama, kekuatan gaib di Alas Ketonggo Ngawi juga dirasakan salah satu pengunjung. Kekuatan gaib dirasakan di tengah Sungai Tempur atau Sungai Tempuk. Di lokasi pertemuan dua sungai yakni Sungai Ketonggo dan Cangmalang pengunjung merasakan energi positif.
4. Hutan Klampis Ireng
Dilansir detikNews, di tengah area persawahan Desa Gandu Kepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, terdapat sebuah tempat yang oleh warga dikatakan keramat. Warga sekitar menyebutnya dengan Klampis Ireng.
Kawasan ini bukan hutan besar seperti Alas Purwo atau Alas Lali Jiwo, tetapi lebih ke petilasan padepokan kuno di tengah sawah yang dikelilingi pepohonan dan banyak dipakai untuk ritual serta pertapaan.
Klampis Ireng dianggap angker karena beberapa sesepuh dan praktisi kebudayaan menyebut Klampis Ireng sebagai kerajaan gaib yang dipimpin Eyang Ismoyo (Kiai Ismoyo), sebuah tokoh keramat yang dianggap penjaga spiritual di Ponorogo.
Ada pula yang mengaitkannya dengan Semar atau Kyai Semar, sehingga patung Semar bercat hitam di gerbang dianggap simbol kehadiran makhluk gaib penunggu tempat.
Menariknya, lokasi ini juga sering didatangi warga yang ingin meminta kenaikan pangkat. Bahkan Mantan Bupati Ponorogo Markum Singodimedjo hampir setiap hari mengunjungi Klampis Ireng memohon ijin sebelum melakukan pembangunan kantor 8 tingkat serta pemasangan patung macan di Kantor Pemkab Ponorogo.
5. Hutan De Djawatan
Hutan De Djawatan terletak di Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, berupa hutan trembesi rimbun dengan pohon‑pohon berusia ratusan tahun.
Pepohonan trembesi yang besar, rata‑rata berusia 100-150 tahun, dihiasi benalu dan pakis, sehingga dari kejauhan terlihat seperti raksasa berbulu jadi rasanya seperti masuk hutan dongeng, mirip hutan Fangorn di Lord of the Rings.
Dilansir detikTravel, Hutan De Djawatan merupakan wisata alam yang memanfaatkan aset Perhutani. Hutan ini kemungkinan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ada yang menyebut dulunya hutan ini adalah arsenal atau gudang senjata milik Belanda.
Tapi sampai saat ini walaupun ada beberapa literasi dari masyarakat yang menyatakan itu, pihak pengelola belum membuktikan secara konkrit sejauh mana ini benar-benar tempat senjata.
Bahkan manajer hutan ini mengungkapkan bahwa ia pribadi pernah melihat petanya TNI dan menjelaskan bahwa dulunya De Djawatan itu adalah army tank atau asrama tentara.
Simak Video " Menikmati Makan Malam Lezat di Restoran Hotel Mewah Surabaya "
(irb/hil)