Daftar Kabupaten dan Kota Jatim yang Rayakan Hari Jadi April 2026

Daftar Kabupaten dan Kota Jatim yang Rayakan Hari Jadi April 2026

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Kamis, 02 Apr 2026 20:00 WIB
Peta Jawa Timur
Peta Jawa Timur (Foto: Gavriel Rama/ detikjatim)
Surabaya -

Sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur memiliki peringatan hari jadi yang jatuh pada bulan April. Momen ini biasanya dirayakan dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari upacara, kirab budaya, hingga festival yang melibatkan masyarakat.

Peringatan hari jadi tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang sejarah dan memperkuat identitas daerah. Berikut daftar kabupaten dan kota di Jawa Timur yang merayakan hari jadi pada April 2026.

Deretan Hari Jadi di Kabupaten dan Kota Jatim April

Pada bulan April terdapat tiga wilayah yang merayakan hari jadinya. Perayaan hari jadi tersebut menjadi momen penting bagi ketiga wilayah tersebut untuk mengenang perjalanan sejarah, budaya, dan prestasi yang telah dicapai. Berikut rinciannya :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota Malang - 1 April

Kota Malang menjadi salah satu wilayah yang hari jadinya berada di bulan April yaitu 1 April. Kota Malang merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Surabaya dengan luas mencapai 145 kilometer persegi.

Secara historis, pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kota Malang ditetapkan sebagai wilayah gemeente atau kota. Sebelum tahun 1961, lambang Kota Malang menggunakan slogan "Malang Nominor, Sursum Moveor" yang bermakna "Malang Namaku, Maju Tujuanku,".

ADVERTISEMENT

Slogan tersebut kemudian diganti menjadi "Malangkucecwara" pada peringatan hari ulang tahun ke-50 Kota Malang, tepatnya 1 April 1964. Ungkapan ini merupakan gagasan Poerbatjaraka, yang dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan asal-usul Kota Malang.

Salah satu julukan untuk Kota Malang adalah Kota Pendidikan. Hal ini karena Kota Malang memiliki lebih dari 50 perguruan tinggi atau akademi negeri maupun swasta. Selain itu, Kota Malang juga mempunyai lebih dari 300 ribu mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia.

Kota Blitar - 1 April

Selanjutnya ada Kota Blitar yang merayakan hari jadinya pada 1 April. Kota yang dikenal dengan julukan Kota Patria, Kota Lahar, dan Kota Proklamator ini secara legal-formal didirikan pada 1 April 1906. Seiring waktu, tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Blitar.

Meskipun berstatus sebagai pemerintah kota, kehidupan masyarakat di Blitar tidak sepenuhnya mencerminkan karakter kota besar. Dari segi wilayah, ukuran Kota Blitar juga relatif kecil. Secara klasifikasi, kota ini berada di antara kategori kota kecil dan kota besar.

Bahkan, Kota Blitar tercatat sebagai wilayah dengan luas terkecil kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Mojokerto. Secara historis, kawasan Blitar telah ada sejak sekitar abad ke-15. Tokoh yang diyakini sebagai perintis wilayah ini adalah Nilasuwarna atau Gusti Sudomo, putra Adipati Wilatikta dari Tuban yang merupakan orang kepercayaan Kerajaan Majapahit dan dikenal sebagai sosok yang membuka wilayah (mbabat alas) Blitar.

Kabupaten Nganjuk

Kabupaten Nganjuk juga menjadi salah satu daerah yang merayakan hari jadinya di bulan April. Hari jadi Kabupaten Nganjuk diperingati setiap 10 April, hal ini sesuai dengan SK Bupati No. 495 Tahun 1993.

Secara geografis, Kabupaten Nganjuk memiliki luas sekitar 122.433 kilometer persegi dan terbagi ke dalam 20 kecamatan yang mencakup 284 desa Sebagian besar wilayahnya berupa dataran rendah dengan ketinggian antara 46 hingga 95 meter di atas permukaan laut.

Mengacu pada laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, daerah tempat berdirinya Candi Lor dahulu dikenal sebagai Desa Nganjuk Ladang. Nama "Nganjuk" sendiri berasal dari kata anjuk yang berarti tinggi, sedangkan ladang merujuk pada tanah atau daratan.

Dalam perkembangan bahasa, perubahan kata anjuk menjadi "Nganjuk" merupakan bagian dari proses morfologi yang menjadi ciri khas dalam struktur bahasa Jawa. Setelah pasukan Mpu Sindok berhasil mengalahkan bala tentara Kerajaan Sriwijaya, nama Nganjuk kemudian digunakan untuk menyebut wilayah yang lebih luas, sementara Desa Nganjuk Ladang berganti nama menjadi Tanggungan.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads