Walkot Eri: Blokir Layanan 8.180 Eks Suami Dibuka Jika Tuntaskan Nafkah

Walkot Eri: Blokir Layanan 8.180 Eks Suami Dibuka Jika Tuntaskan Nafkah

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 01 Apr 2026 22:30 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Ribuan mantan suami Surabaya diblokir dari pelayanan administrasi publik akibat tak membayar nafkah usai bercerai. Mereka dapat kembali aktif ketika sudah membuktikan nafkah yang dibayar ke anak dan mantan istri.

Berdasarkan data sistem layanan kependudukan Dispendukcapil Surabaya dengan data Pengadilan Agama (PA) saat ini, terdapat 8.180 mantan suami yang diblokir.

Data pada nafkah anak, tidak ada tanggungan sebanyak 4.860, terselesaikan 1.356, dan belum terselesaikan 4.986. Nafkah iddah kategori tidak ada tanggungan sebanyak 3.755, terselesaikan 1.865, dan belum terselesaikan 5.582. Kemudian pada nafkah mutah kategori tidak ada tanggungan sebanyak 1.168, terselesaikan 2.845, dan belum terselesaikan 7.189.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kolom status blokir, kategori semua sebanyak 11.202, terbuka 3.022, dan blokir 8.180.

ADVERTISEMENT

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, mantan suami yang tidak membayar nafkah anak, iddah, dan mutah tidak bisa menggunakan layanan publik. Namun blokir akan dibuka ketika sudah membayar nafkah.

"Jadi dia gak bisa gerak ke mana-mana. Kalau tidak menafkahi 3 bulan, bayar nafkah dulu 3 bulan, baru tak buka blokirnya. Kalau enggak kan kacau," kata Eri kepada wartawan di Jalan Simpang Dukuh, Rabu (1/4/2026).

Ia mengatakan, pihaknya akan menjemput bola kepada para mantan suami yang tidak memberi nafkah untuk memenuhi tanggung jawab.

"Nanti yang tidak patuh kita akan blokir, kita datangi. Jadi kita sampaikan ya, kita harus umumkan bahwa ini diblokir," ujarnya.

"Jadi untuk KTP, dia enggak bisa digunakan apapun. Nanti kalau dia kerja di kantor ya enggak bisa digunakno. Kalau kita blokir, maka kita akan banyak sosialisasi lah. Kita komitmen menjaga perempuan dan anak di Kota Surabaya," tambahnya.

Eri menyinggung laki-laki harus bertanggung jawab, sekalipun sudah bercerai. Apalagi tidak memberi nafkah anak dapat memberikan dampak.

"Gelem rabine, purun ceraine, gak purun jogone. Lah kan berarti gak oleh begitu. Lah kalau sudah mau nikah ya siap lahir batin untuk menafkahi seorang istri dan anak," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads