ODGJ di Tulungagung Ngamuk Bacok Adik Kandung 3 Kali

ODGJ di Tulungagung Ngamuk Bacok Adik Kandung 3 Kali

Adhar Muttaqin - detikJatim
Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB
Evakuasi ODGJ pelaku pembacokan di Tulungagung
Evakuasi ODGJ pelaku pembacokan di Tulungagung (Foto: Dok. Istimewa)
Tulungagung -

Seorang ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Tulungagung mengamuk dan membacok adik kandungnya gegara berselisih paham. Akibatnya korban mengalami luka di bagian punggung.

Kasihumas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 8.30 WIB di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Pelaku pembacokan adalah FCH (37) sedangkan korban adik kandungnya MAY (27).

"Pelaku dan korban ini adalah saudara kandung, tapi mereka tinggal terpisah. Korban ini sering ke rumah kakaknya yang ODGJ itu," kata Iptu Nanang, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian bermula pada Selasa siang korban datang ke rumah kakaknya untuk bersih-bersih halaman rumah. Namun, di tengah aktivitas itu pelaku tidak terima hingga terjadi perselisihan.

ADVERTISEMENT

"Kemudian pagi tadi MAY kembali ke rumah kakaknya, ternyata sambutan FCH masih belum terkendali, sehingga kembali terjadi cekcok," ujarnya.

Tidak berapa lama, pelaku bergegas ke kandang ayam tetangganya dan mengambil sebilah sabit. Pelaku kembali menghampiri adiknya dan langsung menyabetkan sabit tersebut ke tubuh korban.

"Korban yang tidak sempat menyelamatkan diri akhirnya mengalami tiga luka bacok di bagian punggung, lebar panjang sekitar 3 sentimeter," imbuhnya.

Mengetahui kejadian tersebut sejumlah tetangga pelaku langsung berusaha melerai dan mengamankan pelaku. Sementara itu korban dilarikan ke RSUD dr Iskak untuk mendapatkan penanganan medis.

"Untuk pelaku dirujuk ke RSJ Lawang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Nanang.

Sementara itu Kabid P2P, Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Aris Setiawan, mengatakan pelaku FCH memiliki riwayat ganguan jiwa. Yang bersangkutan berulang kali menjalani perawatan di RSJ Lawang.

"Di RSJ pada tahun 2024 dan 2025. Sudah sekitar tiga kali dirujuk ke sana. Biasanya setelah kondisinya stabil, ia dipulangkan dan lanjut rawat jalan dengan obat dari Puskesmas," kata dr Aris.

Menurutnya selama menjalani rawat jalan di Tulungagung, korban lah yang sering mengambil obat untuk kakaknya dari puskesmas. "Sementara kami rujuk ke Malang hingga kondisinya stabil," imbuhnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads