Nelayan di kawasan Kenjeran, Surabaya, mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi menjadi puncak panen rajungan. Hasil tangkapan diperkirakan meningkat signifikan seiring perubahan arus laut.
Salah satu nelayan, Udin, mengatakan saat ini hasil tangkapan rajungan masih belum maksimal. Dalam sehari, ia hanya mampu memperoleh sekitar 4 hingga 6 kilogram.
Menurutnya, peningkatan hasil tangkapan biasanya terjadi pada Mei saat musim kemarau mulai masuk dan angin timur menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan 5 (Mei) itu masuk kemarau. Itu kan timuran, angin dari timuran kencang-kencangnya. Kalau sekarang rajungan masih ngetem di bawah pasir, musim kemarau mereka naik semua," jelas Udin.
Ia mengaku hasil tangkapan rajungan saat musim kemarau bisa mencapai 10 hingga 20 kilogram per harinya. Bagi para nelayan di Kenjeran, rajungan menjadi komoditas menjanjikan karena memiliki nilai jual tinggi. Harga per kilogramnya mencapai Rp 100.000.
"Kalau dapat 10 kilo saja sudah lumayan, bisa sampai sejuta," kata Udin.
Udin mengatakan bahwa hasil tangkapan itu tak langsung dibawa ke pasar, mereka akan memberikan ke pengepul yang sudah menunggu saat mereka sudah berlabuh ke daratan.
Untuk menghadapi musim tersebut, persiapan yang dilakukan nelayan terbilang sederhana, yaitu memastikan kondisi jaring tetap baik. Udin juga menjelaskan bahwa jaring khusus rajungan berbeda dengan jaring ikan biasa karena dilengkapi pemberat agar bisa menjangkau dasar laut.
"Persiapannya cuma jaring saja. Kalau jaringnya bagus, insyaallah hasilnya juga banyak," ujar Udin.
Hal serupa disampaikan nelayan lainnya di mana sekali melaut sejak sebelum subuh hingga siang hari, ia mengaku mendapatkan sekitar 3 kilogram rajungan disertai ikan campuran.
"Dapat rajungan sekitar 3 kilo hari ini, ikan juga ada. Tergantung arus, kadang lebih kadang kurang," katanya sambil menyortir hasil tangkapan.
Para nelayan berharap musim kemarau tahun ini membawa hasil yang melimpah. Selain rajungan, mereka juga berpotensi mendapatkan kepiting dan berbagai jenis ikan lainnya dengan mengunakan jaring yang sama.
(auh/hil)
