Makna Menghias Telur Saat Perayaan Paskah

Jihan Navira - detikJatim
Rabu, 01 Apr 2026 14:30 WIB
Ilustrasi Telur Paskah. Foto: Istimewa
Surabaya -

Menghias telur telah lama menjadi salah satu tradisi paling identik dalam perayaan Paskah. Bukan sekadar aktivitas kreatif yang menyenangkan, kebiasaan ini juga menyimpan makna simbolis yang mendalam bagi umat Kristiani di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Lantas, apa sebenarnya makna di balik tradisi menghias telur saat perayaaan Paskah, dan bagaimana asal-usul menghias telur Paskah hingga terus dilestarikan sampai hari ini?

Sejarah dan Tradisi Telur Paskah

Melansir jurnal "Menggagas Penggunaan Benih dalam Perayaan Paskah: Analisis Biblikal Yohanes 12:20-26" oleh Alon Mandimpu Nainggolan dan Yuni Feni Labobar, umat Kristiani sejak lama memiliki berbagai cara untuk mengenang penderitaan serta wafat Yesus di kayu salib, salah satunya menggunakan telur sebagai simbol.

Seiring waktu, telur menjadi salah satu ikon paling populer dalam perayaan Paskah. Tradisi telur Paskah diyakini berasal dari Persia, di mana masyarakat memiliki kebiasaan saling memberikan telur saat perayaan musim semi yang juga menandai awal tahun baru.

Pada masa awal kekristenan, tradisi ini tetap bertahan karena perayaan Paskah kerap bertepatan dengan datangnya musim semi. Dari sinilah, kebiasaan tersebut terus berkembang dan diwariskan dalam berbagai bentuk di banyak negara selama berabad-abad.

Salah satu catatan menarik dari Raja Edward I Inggris yang pada tahun 1307 memerintahkan perebusan sekitar 450 telur untuk perayaan Paskah. Telur-telur tersebut kemudian dihias, bahkan ada yang dilapisi daun emas, lalu dibagikan kepada anggota keluarga kerajaan saat hari raya.

Tradisi ini juga melahirkan telur Paskah mewah yang dikenal di dunia, salah satunya karya Peter Carl Fabergé (1846-1920). Telur-telur buatannya memiliki nilai fantastis, dengan harga per buah bisa mencapai lebih dari 10 juta dolar AS.

Di Amerika Serikat, terdapat tradisi meriah bernama White House Easter Egg Roll. Acara ini berupa kegiatan menghias sekaligus menggulingkan telur rebus yang diperuntukkan bagi anak-anak.

Tradisi ini biasanya digelar di halaman Gedung Putih setiap hari Senin setelah Paskah. Tradisi White House Easter Egg Roll pertama kali diselenggarakan pada tahun 1878, saat Rutherford B. Hayes menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Apa Makna Telur pada Paskah?

Melansir dari berbagai sumber, telur Paskah memiliki makna simbolis yang mendalam dan sarat nilai rohani dalam tradisi Kristiani. Telur Paskah dipandang sebagai simbol kuno yang melambangkan lahirnya kehidupan baru.

Dalam konteks iman Kristen, telur kerap dikaitkan dengan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, sementara cangkang yang keras dimaknai sebagai gambaran makam yang tertutup rapat.

Saat cangkang telur dipecahkan, momen ini melambangkan terbukanya makam dan kebangkitan Kristus. Karena itu, telur menjadi simbol kuat dari harapan akan kehidupan yang baru.

Tradisi menghias telur, khususnya dengan warna merah, telah lama dilakukan oleh Gereja Ortodoks dan Katolik Timur. Warna merah tersebut melambangkan darah Yesus yang tercurah di kayu salib.

Dengan demikian, tradisi telur Paskah tidak sekadar hiasan, tetapi juga menjadi simbol sukacita, harapan baru, serta kemenangan kehidupan atas kematian yang selalu memeriahkan momen tahunan ini.



Simak Video "Video: Detail Keindahan Telur Paskah Faberge yang Dilelang di London"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork