Deretan Fakta Tragedi Kereta Kelinci, Tak Kuat Nanjak hingga Terguling

Deretan Fakta Tragedi Kereta Kelinci, Tak Kuat Nanjak hingga Terguling

Mira Rachmalia - detikJatim
Minggu, 29 Mar 2026 11:40 WIB
Kecelakaan tunggal kereta kelinci di Mojokerto
Kecelakaan tunggal kereta kelinci di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Sidoarjo -

Kecelakaan tragis kereta kelinci yang mengangkut rombongan halalbihalal terjadi di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/3/2026). Kendaraan modifikasi yang sarat penumpang itu terguling saat melintasi tanjakan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Berikut sederet fakta dari peristiwa tersebut:

5 Fakta Kereta Kelinci Terguling di Mojokerto

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kecelakaan terjadi saat kendaraan tak kuat menanjak

Peristiwa bermula ketika kereta kelinci melaju di jalan menanjak sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, kendaraan diduga tidak kuat menanjak hingga akhirnya mundur dan terguling setelah menabrak tiang listrik.

"Hampir sampai (puncak tanjakan), tidak kuat, lalu mundur. Kendaraan lalu menabrak gapura batas dusun, keluar, lalu menabrak tiang listrik," ujar saksi mata, Wena (29).

ADVERTISEMENT

2. Kereta kelinci mengangkut 21 penumpang

Kendaraan tersebut diketahui membawa total 21 penumpang, terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, serta satu sopir.

"Kendaraan odong-odong ini mengangkut 21 penumpang. Pengemudinya luka ringan, dirawat di RS Sumberglagah," kata pihak kepolisian.

3. Satu penumpang tewas, puluhan lainnya luka-luka

Dalam kejadian ini, seorang penumpang bernama Sulimah (47) meninggal dunia setelah terlempar dari kendaraan dan mengalami cedera kepala berat.

"Korban yang meninggal terlempar dari kendaraan, ada sungai kecil di sebelah lokasi, korban terlempar sehingga meninggal di tempat," ujar Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Yogie Pratama.

Sementara itu, sekitar 20 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

4. Rombongan hendak menghadiri acara halalbihalal

Seluruh penumpang diketahui merupakan buruh pabrik tatakan telur yang hendak menghadiri acara halalbihalal di rumah rekan kerja.

"Jadi, itu rombongan buruh pabrik tatakan telur. Mereka hendak halalbihalal ke rumah satpam pabrik di Desa Jatidukuh. Sebenarnya kurang dikit lagi sampai rumah si satpam, tapi sepur kelincinya gak kuat," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan.

5. Diduga akibat beban berlebih dan tidak ada pengereman

Polisi menduga kecelakaan terjadi karena kendaraan tidak kuat menanjak akibat beban berlebih. Selain itu, tidak ditemukan tanda pengereman di lokasi kejadian.

"Kondisi tanjakan cukup terjal. Dikarenakan mungkin beban yang cukup berat sehingga kendaraan tidak kuat nanjak," kata AKP Yogie Pratama.

"Informasi awal tidak ada pengereman sehingga kendaraan turun ke bawah dengan kecepatan tinggi," imbuhnya.

Kereta kelinci tersebut juga diketahui merupakan kendaraan tua yang telah dimodifikasi dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads