Kecelakaan tunggal Bus Tayo yang dimodifikasi jadi kereta kelinci terjadi di Jalan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto. Polisi menyebut bus tersebut mengangkut 21 penumpang saat terguling.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan mengatakan penumpang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa buruh pabrik tatakan telur. Mereka rencananya hendak halalbihalal di rumah pekerja pabrik.
Nahas saat hendak melintasi tanjakan, bus tak kuat naik lalu mundur tergelincir. Bus tersebut selanjutnya menghantam tiang listrik dan terguling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, itu rombongan buruh pabrik tatakan telur. Mereka hendak halalbihalal ke rumah satpam pabrik di Desa Jatidukuh. Sebenarnya kurang dikit lagi sampai rumah si satpam, tapi sepur kelincinya gak kuat," kata Beni, Sabtu (28/3/2026).
Akibat kecelakaan itu, salah satu penumpang bernama Sulimah (47), warga Dusun/Desa Mlaten, Puri, Mojokerto tewas. Ia tewas karena mengalami luka di kepala setelah terlempar keluar dari dalam bus.
Sedangkan 20 korban lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban kemudian dirawat di RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah dan Puskesmas Gondang. Termasuk sopir Sariono (53), warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Puri.
Sebelumnya, Bus Tayo nopol S 8185 PA tergelincir karena tak kuat menanjak di Jalan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut polisi, kendaraan modifikasi berisi 21 penumpang ini tak kuat menanjak karena kelebihan beban muatan.
(auh/abq)
