Tragedi Kereta Kelinci Rombongan Halalbihalal Terguling di Mojokerto

Tragedi Kereta Kelinci Rombongan Halalbihalal Terguling di Mojokerto

Mira Rachmalia - detikJatim
Minggu, 29 Mar 2026 10:15 WIB
Kecelakaan tunggal kereta kelinci di Mojokerto
Kecelakaan tunggal kereta kelinci di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Kecelakaan tragis melibatkan kereta kelinci terjadi di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/3/2026). Kendaraan yang mengangkut rombongan halalbihalal itu terguling saat melintasi tanjakan, menewaskan satu penumpang dan melukai puluhan lainnya.

Peristiwa bermula saat kendaraan modifikasi berupa bus Tayo yang dijadikan kereta kelinci melaju di jalan menanjak sekitar pukul 09.00 WIB. Namun nahas, kendaraan yang sarat penumpang itu tidak kuat menanjak hingga akhirnya tergelincir dan terguling setelah menghantam tiang listrik.

Saksi mata di lokasi, Wena (29), mengungkapkan detik-detik kecelakaan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir sampai (puncak tanjakan), tidak kuat, lalu mundur. Kendaraan lalu menabrak gapura batas dusun, keluar, lalu menabrak tiang listrik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kereta kelinci tersebut diketahui mengangkut total 21 penumpang, terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, serta satu sopir.

"Kendaraan odong-odong ini mengangkut 21 penumpang. Pengemudinya luka ringan, dirawat di RS Sumberglagah," kata pihak kepolisian.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang bernama Sulimah (47), warga Desa Mlaten, Puri, Mojokerto, meninggal dunia. Korban tewas setelah terlempar dari kendaraan dan mengalami cedera kepala berat.

"Korban yang meninggal terlempar dari kendaraan... sehingga meninggal di tempat," ujar Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Yogie Pratama.

Sementara itu, sekitar 20 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RS Sumberglagah, RSUD Prof dr Soekandar, serta Puskesmas Gondang.

Diketahui, seluruh penumpang merupakan rombongan buruh pabrik tatakan telur yang hendak menghadiri acara halalbihalal di rumah salah satu rekan kerja.

"Jadi, itu rombongan buruh pabrik tatakan telur. Mereka hendak halalbihalal ke rumah satpam pabrik di Desa Jatidukuh. Sebenarnya kurang dikit lagi sampai rumah si satpam, tapi sepur kelincinya gak kuat," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan.

Polisi menduga penyebab utama kecelakaan adalah kendaraan tidak kuat menanjak akibat beban berlebih. Selain itu, tidak ditemukan tanda pengereman di lokasi kejadian.

"Kondisi tanjakan cukup terjal. Dikarenakan mungkin beban yang cukup berat sehingga kendaraan tidak kuat nanjak," kata AKP Yogie Pratama.

"Informasi awal tidak ada pengereman sehingga kendaraan turun ke bawah dengan kecepatan tinggi," imbuhnya.

Kendaraan kemudian meluncur mundur dengan cepat sebelum akhirnya terguling setelah menabrak tiang listrik.

Kereta kelinci yang mengalami kecelakaan diketahui merupakan kendaraan tua yang dimodifikasi untuk mengangkut banyak penumpang. Kendaraan jenis ini lazim digunakan sebagai transportasi wisata jarak pendek, namun dalam kasus ini diduga tidak sesuai spesifikasi teknis untuk membawa muatan berat.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads