Bus Tayo yang dimodifikasi jadi kereta kelinci terjadi di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto. Kecelakaan tunggal ini menewaskan 1 orang penumpang.
Bus Tayo yang dimodifikasi jadi kereta kelinci yang sarat penumpang terguling di di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto. Kecelakaan tunggal ini menewaskan 1 orang penumpang.
Polisi mengungkap kecelakaan tunggal ini akibat bus nopol S 8185 PA tidak kuat menanjak. Bus dikektahui dikendarai Sariono (53), warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi tanjakan cukup terjal. Dikarenakan mungkin beban yang cukup berat sehingga kendaraan tidak kuat nanjak," kata Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Yogie Pratama di Puskesmas Gondang, Sabtu (28/3/2026).
Karena tak kuat menanjak sekitar pukul 09.00 WIB, lanjut Yogie, seketika Bus Tayo tergelincir kembali turun dengan kecepatan tinggi. Sebab pihaknya tidak menemukan bekas pengereman di jalan. Bus baru terhenti setelah terguling ke kiri dan menghantam tiang listrik PLN.
"Informasi awal tidak ada pengereman sehingga kendaraan turun ke bawah dengan kecepatan tinggi. Sehingga saat terguling, menyebabkan satu orang terlempar," terangnya.
Penumpang yang terlempar yaitu Sulimah (47), warga Dusun/Desa Mlaten, Puri, Mojokerto. Yogie memastikan korban tewas seketika di lokasi. Jenazahnya telah dievakuasi ke RS Sumberglagah, Pacet, Mojokerto.
"Korban yang meninggal terlempar dari kendaraan, ada sungai kecil di sebelah lokasi, korban terlempar sehingga meninggal di tempat," tandasnya.
Kecelakaan bus Tayo yang dimodifikasi jadi kereta kelinci terjadi di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto. Kecelakaan tunggal ini menewaskan 1 orang penumpang.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kereta sarat penumpang itu melewati tanjakan. Bus nopol S 8185 PA tergelincir lalu terguling di Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto. Kecelakaan tunggal ini menewaskan 1 orang penumpang bernama Sulimah (47), warga Desa Mlaten, Puri, Mojokerto.
"Hampir sampai (puncak tanjakan), tidak kuat, lalu mundur. Kendaraan lalu menabrak gapura batas dusun, keluar, lalu menabrak tiang listrik," kata saksi, Wena (29) kepada wartawan di lokasi kecelakaan, Sabtu (28/3/2026).
(ihc/abq)
