Hari WFH Sudah Ditetapkan Pemerintah demi Hemat BBM, Tinggal Pengumuman

Kabar Nasional

Hari WFH Sudah Ditetapkan Pemerintah demi Hemat BBM, Tinggal Pengumuman

Rolando Fransiscus Sihombing - detikJatim
Jumat, 27 Mar 2026 17:22 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Eva/detikcom)
Surabaya -

Satu hari kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai upaya efisiensi BBM dampak perang di Timur Tengah (Timteng) sudah ditetapkan Pemerintah. Hari WFH itu akan segera diumumkan

"Pokoknya sudah ditetapkan pekan ini," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai menemani Presiden Prabowo Subianto menerima pengusaha Amerika Serikat (AS) Ray Dalio di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Airlangga mengatakan pemerintah secepatnya akan mengumumkan hari WFH untuk pegawai pemerintah. Dia menilai bahwa pengumuman hari WFH tidak akan melewati bulan Maret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secepatnya, kan tinggal berapa, bulan ini tinggal berapa hari kan. Jadi masih ada waktu," ujar Airlangga.

ADVERTISEMENT

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa belum bicara banyak soal WFH. Purbaya mengatakan Prabowo terus memantau perkembangan pembahasan hari WFH.

"WFH sudah, kan Pak Presiden monitor langsung begitu. Ini sebentar lagi diumumkan oleh Pak, Pak Menko Perekonomian," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima sebelumnya memandang kebijakan 1 hari WFH dalam sepekan baik untuk penghematan energi. Namun, dia memandang kebijakan itu hanya untuk jangka pendek dan tidak boleh dijadikan solusi tunggal.

"Gagasan ini bisa dianggap baik sebagai langkah taktis jangka pendek, tetapi tidak boleh diperlakukan sebagai solusi tunggal atas persoalan tingginya harga minyak," kata Aria Bima saat dihubungi, Jumat (27/3).

Legislator PDIP itu memahami pemerintah tengah mengkaji skema kerja fleksibel satu hari dalam lima hari kerja untuk ASN, swasta, dan pemda sebagai respons atas lonjakan harga minyak dunia. Pada saat yang sama, kata dia, kondisi harga minyak memang sedang bergejolak tajam akibat perang yang dimulai AS dan Israel terhadap Iran.

Baca selengkapnya di sini.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads