Balon Udara Jatuh di Atap Nyaris Membakar Rumah Warga Trenggalek

Balon Udara Jatuh di Atap Nyaris Membakar Rumah Warga Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 26 Mar 2026 13:52 WIB
Atap rumah warga di Trenggalek yang hangus terbakar imbas balon udara yang jatuh.
Atap rumah warga di Trenggalek yang hangus terbakar imbas balon udara yang jatuh. (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Balon udara tradisional jatuh di atap rumah salah satu warga Trenggalek. Dengan cepat api yang ada di balon udara itu membesar dan membakar sebagian atap rumah warga terdampak.

Insiden itu terjadi di rumah milik Rudi Siswanto di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek pada Kamis pagi sekitar pukul 8.00 WIB.

Salah seorang warga setempat, Sugeng Riyanto mengatakan bahwa pada saat kejadian ia sedang berada di kios yang bersebelahan dengan rumah korban. Tidak berselang lama warga menginformasikan jika atap rumah Rudi terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada yang bilang kebakaran-kebakaran, saya langsung mendatangi lokasi, tapi saat saya cek rumah terkunci semua karena ditinggal keluar pemiliknya," kata Sugeng, Kamis (26/3/2026).

Akhirnya Sugeng memanjat pagar dan berusaha menjangkau lokasi dengan naik ke lantai dua. Saat itu kondisi api mulai membesar dan membakar talang air plastik dan beberapa benda di sekelilingnya.

ADVERTISEMENT

"Dibantu warga saya coba padamkan api dengan air botol. Kemudian saya pecahkan atap asbes dengan kaki agar api tidak merembet," jelasnya.

Ia juga berusaha menarik talang air karet yang terbakar guna meminimalisir fatalitas akibat kebakaran.

"Tidak berselang lama ada Tim Damkar Trenggalek datang ke lokasi, akhirnya saya turun,"jelasnya.

Pihaknya menyebut kejadian itu berlangsung cepat. Material talang plastik membuat api dengan cepat membesar. Beruntung kejadian tersebut berhasil dikendalikan, sehingga tidak merembet ke bagian bangunan yang lain.

"Yang kebakar talang sama beberapa usuk kayu. Alhamdulillah tidak merembet," jelasnya.

Sugeng tidak mengetahui asal muasal balon udara yang menimpa rumah Rudi. Saat itu warga mengetahui peristiwa itu saat api telah berkobar.

"Nggak tahu dari mana arahnya balon itu, tahu-tahu sudah jatuh di atap dan muncul api," katanya.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Tim Inafis dan penyidik telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

"Masih kami selidiki, beberapa barang bukti turut kami amankan. Terkait balon jatuh ini kami pastikan tidak ada petasannya, tapi ya tetap berbahaya karena bisa membakar rumah," kata Eko.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak menaikkan balon udara tradisional karena dapat mengakibatkan kebakaran, menganggu jaringan listrik hingga lalu lintas penerbangan.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads