Mengapa Puasa 6 Hari Syawal Setara Puasa Setahun?

Chilyah Auliya - detikJatim
Senin, 23 Mar 2026 09:00 WIB
Ilustrasi puasa Syawal.Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Surabaya - Setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan, suasana Idul Fitri biasanya masih terasa hangat. Di tengah hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan ketupat, ada satu amalan yang sayang untuk dilewatkan, yakni puasa sunah enam hari di bulan Syawal.

Amalan ini bukan sekadar puasa sunah biasa. Dalam ajaran Islam, puasa Syawal memiliki keutamaan besar karena pahalanya disebut setara dengan puasa satu tahun penuh. Lantas, bagaimana penjelasannya?

Dalil Sahih dan Keutamaan Puasa Syawal

Keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal tidak lepas dari dalil yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Hadis ini menjadi dasar utama yang menjelaskan besarnya ganjaran dari amalan tersebut.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَهْرِ

Artinya: Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka puasanya seperti puasa setahun. (HR. Muslim)

Hadis ini dipahami banyak ulama, seperti dari Mazhab Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, dan Dawud, sebagai anjuran kuat untuk melaksanakan puasa Syawal.

Memang, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama Mazhab Maliki dan Hanafi yang mengkhawatirkan masyarakat menganggapnya sebagai kewajiban. Namun secara umum, mayoritas ulama sepakat bahwa puasa ini merupakan bentuk kemurahan Allah SWT dalam melipatgandakan pahala hamba-Nya.

Mengapa Pahalanya Setara Setahun?

Setelah mengetahui dalilnya, muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan, bagaimana mungkin enam hari puasa bisa bernilai seperti satu tahun? Penjelasan ini dapat dipahami melalui prinsip pahala dalam Al-Qur'an.

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Artinya: Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).

Jika dijelaskan secara sederhana, perhitungannya, yaitu puasa Ramadan selama 30 hari bernilai 300 hari karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Puasa enam hari di bulan Syawal bernilai 60 hari dengan perhitungan yang sama.

Ketika keduanya dijumlahkan, hasilnya mencapai 360 hari, yang setara dengan satu tahun dalam kalender hijriah.
Inilah yang dimaksud dalam hadis, bahwa gabungan puasa Ramadan dan puasa Syawal menjadikan seseorang seolah-olah berpuasa sepanjang tahun.

Tata Cara Puasa Syawal

Setelah memahami keutamaannya, penting juga mengetahui bagaimana pelaksanaan puasa Syawal agar sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan.

Puasa ini dapat mulai dilakukan sejak tanggal 2 Syawal. Perlu diingat, berpuasa pada tanggal 1 Syawal diharamkan karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri.

Pelaksanaannya bersifat fleksibel. Puasa bisa dilakukan secara berurutan, misalnya dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal, atau dipisah di hari lain selama masih dalam bulan Syawal. Keduanya tetap sah.

Untuk niat, cukup dilakukan dalam hati. Salah satu lafaz yang umum digunakan adalah "Nawaitu shauma sitta ayyamin min Syawwal sunnatan lillahi ta'ala" (Saya niat puasa enam hari di bulan Syawal sebagai sunnah karena Allah Ta'ala).

Hikmah Puasa Syawal

Di balik keutamaannya, puasa Syawal juga memiliki berbagai hikmah yang bisa dirasakan, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melanjutkan puasa setelah Ramadan menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan beribadah yang telah diberikan. Selain itu, amalan ini juga melatih konsistensi dalam beribadah agar tidak langsung menurun setelah Ramadan berakhir.

Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten." (HR. Bukhari).

Dari sisi kesehatan, puasa Syawal membantu tubuh menyesuaikan kembali pola makan setelah konsumsi makanan berlemak saat Lebaran.

Di Indonesia, puasa ini juga sering dilakukan bersama keluarga atau teman, sehingga mempererat hubungan dalam suasana kebersamaan.

Tips Puasa Syawal

Meski keutamaannya besar, menjalankan puasa di bulan Syawal tidak selalu mudah, terutama di tengah banyaknya undangan makan dan suasana silaturahmi.

Agar lebih konsisten, detikers bisa mengingat kembali besarnya pahala yang dijanjikan. Mengajak teman, pasangan, atau keluarga untuk berpuasa bersama juga bisa menjadi penyemangat.

Jika terasa berat untuk melakukannya secara berurutan, puasa bisa disiasati dengan memilih hari Senin dan Kamis agar lebih ringan dijalani.

Simak Video "Video: Cuma Puasa Syawal 6 Hari tapi Pahala Setara Puasa Setahun, Kok Bisa?"


(dpe/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork