Setelah hari raya Idul Fitri, umat Islam memasuki bulan Syawal yang memiliki berbagai keistimewaan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk terus memperbanyak amal ibadah. Salah satunya, puasa Syawal yang menjadi amalan sunah yang dianjurkan setelah Idul Fitri.
Ibadah ini memiliki keutamaan besar, yakni pahala yang disebut setara dengan puasa selama satu tahun penuh bagi umat Islam yang menunaikannya. Lantas, bagaimana niat, hukum, dan tata cara pelaksanaan puasa Syawal? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Mengerjakan Puasa Syawal
Melansir dari buku "Fikih Puasa" karya Ali Musthafa Siregar, puasa enam hari di bulan Syawal menjadi salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setelah mengerjakan puasa Ramadhan.
Keistimewaan dari puasa Syawal yakni mendapat pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut :
Ω ΩΩΩ Ψ΅ΩΨ§Ω Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ Ψ«ΩΩ ΩΩ Ψ£ΩΨͺΩΨ¨ΩΨΉΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΨ―ΩΩΩΩΨ±Ω.
Artinya: Barang siapa yang telah berpuasa Ramadhan, kemudian ia melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, niscaya ia seperti puasa satu tahun penuh. (HR Muslim)
Keutamaan puasa Syawal yang disebut setara puasa selama satu tahun memiliki dasar perhitungan pahala dalam ajaran Islam. Dalam Islam dijelaskan bahwa setiap amal kebaikan akan dibalas dengan pahala sepuluh kali lipat. Oleh karena itu, puasa Ramadhan yang dijalankan selama satu bulan dapat bernilai seperti berpuasa selama sepuluh bulan.
Hal yang sama berlaku pada puasa enam hari di bulan Syawal. Enam hari puasa tersebut setara dengan dua bulan pahala puasa, karena enam hari yang dikalikan dengan pahala sepuluh kali lipat menghasilkan 60 hari atau sekitar dua bulan.
Dengan demikian, jika puasa Ramadhan digabungkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka total pahalanya seakan-akan setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Keutamaan ini juga dijelaskan dalam hadis sebagai berikut.
Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ Ψ¨ΩΨΉΩΨ΄ΩΨ±ΩΨ©Ω Ψ£ΩΨ΄ΩΩΩΨ±Ω ΩΩΨ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ³ΩΨͺΩΩΨ©Ω Ψ£ΩΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ¨ΩΨ΄ΩΩΩΨ±ΩΩΩΩΩ ΩΩΨ°ΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΨ³ΩΨ©.
Artinya: Puasa bulan Ramadhan sama dengan puasa sepuluh bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan puasa dua bulan, maka jumlahnya menjadi satu tahun. (HR. An-Nasai)
Niat Puasa Syawal
Berikut niat puasa Syawal yang dapat dibaca saat hendak melaksanakannya. Lafal niat puasa Syawal ini dikutip dari buku "Kedahsyatan Puasa" karya M Syukron Maksum.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ΄ΩΩΩΩΨ§ΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma shahri syawwΔla sunnatan lillΔhi ta'ΔlΔ.
Artinya: Saya niat puasa bulan Syawal, sunnah karena Allah ta'ala.
Baca juga: Niat Sholat Tahajud Lengkap dengan Doanya |
Tata Cara Puasa Syawal
Puasa Syawal dilaksanakan sebagaimana puasa pada umumnya, yakni menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala puasa.
- Membaca niat
- Makan sahur
- Menahan dan menjaga diri
- Menyegerakan berbuka puasa
Perlu diketahui, kewajiban membaca niat puasa sejak malam hari hanya berlaku untuk puasa yang bersifat wajib. Sementara itu, pada puasa sunah, umat Islam tidak diharuskan berniat sejak malam.
Niat puasa sunah bahkan masih diperbolehkan dilakukan pada siang hari, selama sejak terbit fajar hingga saat itu seseorang belum makan maupun minum. Wallahu a'lam bishawab.
Ketentuan Puasa Syawal
Melansir dari buku "Fikih Puasa" karya Ali Musthafa Siregar, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menunaikan puasa Syawal. Setiap cara memiliki keutamaan tersendiri sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing orang.
1. Puasa Syawal Dilakukan Secara Berturut-turut
Cara yang paling dianjurkan dalam melaksanakan puasa Syawal adalah mengerjakan secara berurutan setelah hari raya Idul Fitri. Artinya, puasa dimulai pada 2 Syawal, dan dilanjutkan selama enam hari tanpa jeda.
Cara ini dinilai lebih utama karena mencerminkan kesungguhan dalam menjalankan ibadah serta lebih mendekati keutamaan yang dijanjikan.
2. Puasa Syawal Dilakukan Tidak Berurutan
Apabila seseorang tidak mampu menjalankannya secara berurutan, puasa Syawal tetap boleh dilakukan secara terpisah selama masih berada di bulan Syawal. Dengan kata lain, puasa bisa dilakukan pada hari-hari tertentu di bulan tersebut.
Meskipun tidak berurutan, seseorang tetap memperoleh pahala dan kesunahan puasa Syawal. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab Tuhfah Al-Muhtaj Juz 3 halaman 457.
3. Mendahulukan Puasa Qadha Ramadhan
Bagi orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dan harus segera menggantinya, sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal.
Pendapat ini dianggap sebagai solusi bagi mereka yang khawatir tidak memiliki cukup waktu untuk melaksanakan keduanya secara terpisah. Dengan demikian, kewajiban qadha tetap dapat ditunaikan sekaligus memperoleh keutamaan puasa Syawal.
Namun demikian, ada pula ulama yang berpendapat bahwa keutamaan puasa Syawal secara penuh hanya diperoleh jika dilakukan secara khusus, tidak tergabung dengan puasa qadha.
Oleh karena itu, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dan ingin mendapatkan keutamaan puasa Syawal secara maksimal, dianjurkan untuk menyelesaikan qadha puasa terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa Syawal.
Demikian penjelasan lengkap mengenai puasa Syawal beserta niat, tata cara, ketentuan, hingga keutamaannya. Semoga bermanfaat!
(dpe/irb)











































