Banjir di Mojokerto Meluas ke 4 Desa, 536 Rumah Terdampak

Banjir di Mojokerto Meluas ke 4 Desa, 536 Rumah Terdampak

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 21 Mar 2026 13:21 WIB
Banjir di Mojokerto rendam 4 desa saat hari lebaran
Banjir di Mojokerto rendam 4 desa saat hari lebaran (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Warga 4 desa di Mojokerto harus merayakan Lebaran Idul Fitri di tengah kepungan banjir. Sedikitnya 536 rumah penduduk terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menjelaskan, di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, banjir melanda Dusun Kuripan dan Balongcangkring.

Di Dusun Kuripan, banjir merendam 56 rumah yang dihuni 105 jiwa. Tinggi banjir di jalan kampung 60-80 cm, sedangkan yang masuk ke rumah-rumah warga 20-30 cm. Luas sawah terdampak mencapai 22 hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan di Dusun Balongcangkring, 90 rumah dan 170 jiwa terdampak. Sedikitnya 18 hektare lahan pertanian terendam. Tinggi banjir di jalan kampung 60-80 cm, serta 20-30 cm masuk ke rumah-rumah warga.

"Tren air mengalami penurunan," jelasnya kepada detikJatim, Sabtu (21/3/2026).

ADVERTISEMENT

Berikutnya di Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, banjir melanda Dusun Buntut dan Tinggar. Di Dusun Buntut, banjir berdampak terhadap 120 rumah dan 345 jiwa. Sedangkan di Dusun Tinggar, 210 rumah dan 625 jiwa terdampak.

"Jumlah warga lansia terdampak banjir umur 58-88 124 orang, balita umur 1-5 tahun 57 orang," terang Rinaldi.


Di Desa Kedung Gempol, Kecamatan Mojosari, banjir menggenangi 10 rumah warga dengan ketinggian 10 cm. Tinggi banjir di jalan kampung sekitar 20 cm. Luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 21 hektare.

Begitu pula di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, banjir hanya melanda Dusun Gembongan. Sedikitnya 50 rumah warga dan 12 hektare sawah terendam banjir. Tinggi banjir di jalan kampung 50-60 cm.

"Update terkini tinggi banjir mulai surut," tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) menyebut banjir kali ini disebabkan 2 faktor. Pertama, pintu air (Dam) Sungai Sadar di Desa Tinggar Buntur tersumbat sampah. Sebab pintu-pintu air di dam ini terlalu sempit.

Kondisi ini diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Sadar sekitar 30 meter di Dusun Balongcangkring, Desa Jumeneng. Untuk mengatasi banjir ini, pihaknya lebih dulu mengatasi sumbatan di Dam Tinggar Buntut.

Pembersihan sampah berkolaborasi antara BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dengan masyarakat. Karena lokasinya tak bisa dijangkau alat berat. Perbaikan tanggul dikerjakan ketika banjir mulai surut. []




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads