Pilu Warga 2 Desa di Mojokerto Lebaran Harus Terendam Banjir

Pilu Warga 2 Desa di Mojokerto Lebaran Harus Terendam Banjir

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 21 Mar 2026 11:15 WIB
Banjir rendam rumah warga di 2 desa Mojokerto saat lebaran
Banjir rendam rumah warga di 2 desa Mojokerto saat lebaran (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Banjir melanda 2 desa di Mojokerto sejak malam takbiran sampai Hari Raya Idul Fitri. Banjir kali ini akibat tersumbatnya pintu air dan tanggul Sungai Sadar yang jebol.

Banjir salah satunya melanda Desa Jumeneng, Mojoanyar, Mojokerto. Warga setempat, Teguh waluyo menuturkan, banjir melanda sejak Jumat (20/3) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ketika umat Muslim sibuk menyambut Idul Fitri dengan takbir, warga Desa Jumeneng harus berjibaku dengan banjir. Sebagian penduduk harus mengungsi karena tinggi banjir mencapai 1 meter sampai seperut orang dewasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketinggian banjir ada yang 1 meter, ada yang seperut. Warga mengungsi di kampung sebelah. Biasanya selutut, ini parah," terangnya kepada wartawan di lokasi, Sabtu (21/3/2026).

ADVERTISEMENT

BPBD Kabupaten Mojokerto merilis, banjir di Desa Jumeneng merendam permukiman penduduk Dusun Kuripan dan Balongcangkring. Di Dusun Kuripan, banjir merendam 56 rumah dan 22 hektare sawah.

Sedangkan di Dusun Balongcangkring, banjir merendam 90 rumah warga dan 18 hektare sawah. Sebagian warga diungsikan ke balai Dusun Kuripan, lalu dievakuasi ke rumah saudara masing-masing.

Banjir juga melanda Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal sejak kemarin sekitar pukul 23.00 WIB. Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) menjelaskan, banjir kali ini disebabkan 2 faktor.

Pertama, pintu air (Dam) Sungai Sadar di Desa Tinggar Buntur tersumbat sampah. Sebab pintu-pintu air di dam ini terlalu sempit. Kondisi ini diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Sadar sekitar 30 meter di Desa Jumeneng.

"Desa Jumeneng, ada beberapa warga yang dievakuasi dari rumahnya," ungkapnya.

Untuk mengatasi banjir ini, tambah Gus Barra, pihaknya lebih dulu mengatasi sumbatan di Dam Tinggar Buntut. Pembersihan sampah berkolaborasi antara BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dengan masyarakat.

"Karena lokasinya tidak bisa dijangkau alat berat. Sehingga butuh tenaga banyak. Kalau itu selesai, insyaallah banjir segera surut, kami bisa memperbaiki tanggul yang jebol," tandasnya.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads