Sejumlah warga Kota dan Kabupaten Pasuruan merayakan malam Idul Fitri dengan kondisi permukiman mereka tergenang banjir. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Welang.
Banjir di Kota Pasuruan terjadi di wilayah Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Jumat (20/3/2026) malam. Air setinggi 10 hingga 30 sentimeter terlihat menggenangi jalan kampung hingga halaman rumah warga. Meski demikian, gema takbir tetap berkumandang dari musala dan rumah-rumah warga.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Karangasem, Kelurahan Karangketug. Warga tetap melaksanakan takbiran dengan sederhana di tengah genangan air yang belum juga surut sejak sore hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya di wilayah kota, banjir juga merendam kawasan Rujaksente, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Ketinggian air yang bervariasi membuat aktivitas warga menjadi terbatas, termasuk dalam menyambut malam kemenangan.
Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Welang setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Air yang meluap kemudian masuk ke permukiman warga di sejumlah titik rawan.
Salah satu warga, Iqbal, mengaku kondisi ini sudah kerap terjadi setiap tahun. Bahkan, menurutnya, momen Lebaran bersama banjir bukanlah hal baru bagi warga setempat.
"Kami tetap takbiran meski banjir. Tapi ya berharap besok saat Lebaran air sudah surut, supaya bisa salat Id dengan nyaman," ujar Iqbal.
Ia juga menambahkan, kondisi serupa sempat terjadi pada tahun lalu. Warga terpaksa merayakan hari raya Idul Fitri dalam kondisi rumah tergenang air.
Anggota BPBD Kota Pasuruan Saiful Mufrodi mengatakan pihaknya terus bersiaga untuk memantau perkembangan debit air di sejumlah titik terdampak. Petugas juga terus melakukan pemantauan.
"Kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada jika terjadi peningkatan debit air, terutama di wilayah yang dekat dengan aliran sungai," jelasnya.
