Tradisi takbir keliling di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo digelar meriah. Kegiatan tahunan ini tak hanya menjadi syiar menyambut Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan warga.
Kepala Desa Gontor, Agung Prihandoko mengatakan, takbir keliling di wilayahnya rutin digelar setiap tahun dan dikemas dalam bentuk perlombaan antar masjid dan musala.
"Memang untuk takbir keliling ini setiap tahun diadakan, dan dilombakan antar masjid serta musala," ujar Agung saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kegiatan tersebut mengusung tema memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Selain itu, pelaksanaan acara juga dilakukan secara bergilir dengan lokasi yang berbeda setiap tahunnya.
"Temanya meningkatkan ukhuwah islamiyah. Kegiatannya rutin, dan tuan rumahnya bergilir tiap tahun. Tahun lalu di satu musala, tahun ini pindah ke musala lainnya," jelasnya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak enam mobil hias turut ambil bagian. Masing-masing merupakan perwakilan dari musala yang ada di Desa Gontor.
"Total ada 6 mobil hias dari 6 perwakilan musala," tambahnya.
Takbir keliling di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo diwarnai mobil hias Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim |
Tak hanya itu, antusiasme warga juga terlihat dari jumlah peserta yang cukup banyak. Setiap kelompok diikuti sekitar 100 orang, yang terdiri dari jamaah masjid, remaja masjid hingga anak-anak.
"Pesertanya dari masing-masing jamaah kurang lebih 100 orang, ada remaja masjid dan anak-anak juga," katanya.
Kegiatan takbir keliling dimulai pada pukul 19.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah pawai selesai, seluruh peserta berkumpul di titik akhir untuk penutupan acara.
"Ditutup di tempat kumpul, sekaligus pengumuman pemenang dan penampilan dari masing-masing masjid dan musala," paparnya.
Agung menambahkan, pelaksanaan takbir keliling tahun ini juga menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di wilayah Gontor, mengingat adanya pondok pesantren besar di desa tersebut.
"Karena di Gontor ada pondok, kami mengikuti maklumat dari pondok, jadi masyarakat melaksanakan Lebaran pada hari Jumat," pungkasnya.

