Penyebab Tewasnya Ibu dan Anak di Eks Aspol Jombang Terungkap

Penyebab Tewasnya Ibu dan Anak di Eks Aspol Jombang Terungkap

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 19 Mar 2026 18:30 WIB
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan jajarannya saat press release
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan jajarannya saat press release (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Serangkaian scientific crime investigation (SCI) yang digelar polisi akhirnya mengungkap penyebab kematian dua perempuan, SK (36) dan NCQ (6) di bekas asrama polisi Jombang. Ibu dan anak asal Nganjuk itu dipastikan tewas karena mengakhiri hidup.

Jasad 2 perempuan ditemukan dalam kondisi bekas dibakar di dalam kolam bekas aspol Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang. Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menjelaskan, 2 mayat perempuan tersebut merupakan SK dan NCQ, ibu dan anak warga Kecamatan Gondang, Nganjuk.

"Dari hasil pemeriksaan DNA, dua mayat yang ditemukan di bekas asrama adalah SK dan NCQ," jelasnya saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (19/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari analisis rekaman CCTV dan pemeriksaan para saksi, lanjut Ardi, SK dan NCQ berangkat dari rumah mereka sampai ke eks aspol Jombang hanya berdua. SK membonceng putrinya mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna hitam nopol AG 5053 WO. Tidak ada orang lain yang membuntuti maupun bersama mereka.

ADVERTISEMENT

Pemeriksaan toksikologi menunjukkan adanya cairan asam jenis HCL di lambung SK. Cairan tersebut identik dengan 1 botol cairan pembersih porselen warna hijau yang tersisa sekitar 80% di TKP penemuan mayat. Cairan pembersih porselen ini dibeli SK melalui saudaranya.

"Di pipi NCQ terdapat pelepuhan yang diduga kuat akibat cairan tersebut," terangnya.

Sedangkan hasil pemeriksaan forensik atau autopsi terhadap mayat NCQ, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Bocah perempuan ini tewas karena mati lemas akibat luka bakar dan masuknya gas asap dari pembakaran di dalam saluran pernapasan.

Pada jasad SK juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ibu dua anak ini tewas karena pendarahan dan kerusakan di rongga perut, serta masuknya gas asap akibat pembakaran ke saluran pernapasan.

"Jadi, berdasarkan serangkaian scientific crime investigation Polres Jombang yang dibackup Polda Jatim, kami simpulkan NK meminumkan cairan pembersih lantai kepada anaknya, kemudian melakukan pembakaran, selanjutnya yang bersangkutan melakukan bunuh diri dengan cara yang sama," tegasnya.

Ardi menambahkan, SK sebelumnya pernah melakukan upaya bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga. Karakter korban cenderung tertutup dan memendam masalah.

"Kami turut berduka kepada keluarga, semoga almarhumah husnul khatimah dan diampuni segala salah dan khilafnya," tandasnya.

Sebelumnya, mayat SK dan NCQ ditemukan warga di dalam kolam bekas bangunan aspol Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang pada Rabu (25/2) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua jasad ini diduga kuat bekas dibakar. Kondisinya juga tanpa busana.

Sedangkan sepeda motor Yamaha Vega nopol AG 5053 WO ditemukan di dekatnya. Motor bebek warna hitam ini berada di pintu masuk bekas aspol. Dari sinilah terungkap kalau jasad ini ibu dan anak ini asal Kecamatan Gondang, Nganjuk.

SK membawa putrinya pergi dari rumah tanpa pamit pada Selasa (24/2) subuh. Saat itu, suaminya berinisial NY (38) masih tidur. Paginya, sang suami melakukan pencarian. NY akhirnya melaporkan kehilangan istri dan putrinya ke Polsek Gondang pada Rabu (25/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads