Sederet Kejanggalan Kematian Ibu dan Anak di Eks Aspol Jombang

Sederet Kejanggalan Kematian Ibu dan Anak di Eks Aspol Jombang

Denza Perdana - detikJatim
Sabtu, 28 Feb 2026 08:20 WIB
Bangunan bekas asrama Polri (Aspol) di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang tempat ditemukan mayat ibu dan anak asal Nganjuk
Bangunan bekas asrama Polri (Aspol) di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang tempat ditemukannya mayat ibu dan anak asal Nganjuk dengan kulit melepuh. (Foto: Dok. Istimewa)
Jombang -

Kematian SY (36) dan putrinya, NCQ (5), di kolam bekas asrama polisi (aspol) Jombang masih menyisakan misteri. Tanda tanya besar masih berkutat tentang bagaimana ibu dan anak ini meninggal, apakah dibunuh atau karena bunuh diri?

Di balik jasad yang ditemukan tanpa busana dan bekas terbakar itu, tersimpan sederet fakta janggal yang kini tengah diurai oleh penyidik Satreskrim Polres Jombang. Berikut adalah poin-poin kejanggalan yang dirangkum detikJatim.

Kejanggalan Kematian Ibu-Anak di Eks Aspol Jombang

1. Barang Bukti Cairan Kimia Basa Kuat

Di lokasi kejadian, polisi tidak hanya menemukan sisa pembakaran. Ada botol cairan pembersih porselen warna hijau yang isinya masih tersisa sekitar 80%. Temuan ini sinkron dengan kondisi medis korban yang mengalami kerusakan organ dalam tak wajar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan adanya luka melepuh pada pipi sang bocah, NCQ. Sementara sang ibu, SY, mengalami kerusakan parah pada area tenggorokan.

"Menurut dokter forensik karena interaksi dengan zat kimia basa kuat. (Akibat pembersih porselen?) Harus uji laboratorium untuk memastikan akibat itu," tandas Dimas kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

ADVERTISEMENT

2. Terbakar dalam Kondisi Masih Hidup

Fakta paling memilukan dari hasil autopsi adalah kenyataan bahwa kedua korban masih bernyawa saat api melalap tubuh mereka. Tim forensik memastikan penyebab kematian bukan karena penganiayaan fisik sebelumnya, melainkan karena asap yang masuk ke paru-paru.

"Kesimpulan dokter forensik, kematian diakibatkan mati lemas karena menghirup asap dan adanya luka bakar di area kulit. Mereka meninggal di TKP karena mati lemas, terbakarnya dalam kondisi masih hidup," terangnya.

Soal jasad kedua jenazah yang melepuh akibat terbakar, polisi menemukan barang bukti selain cairan pembersih di TKP. Barang bukti tersebut adalah satu botol Pertalite dan sebuah korek api.

3. Posisi Jasad dan Kunci Motor yang Tersembunyi

Kondisi jasad saat ditemukan warga pada Rabu (25/2) siang juga terbilang tidak biasa. Ibu dan anak ini ditemukan di dalam kolam bekas bangunan aspol dalam posisi menyamping dengan kedua lutut tertekuk.

Kejanggalan lain muncul dari lokasi penemuan kunci motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO milik korban. Meski motornya terparkir di pintu masuk bekas aspol, kuncinya justru ditemukan di bawah jasad korban yang sudah hangus.

4. Pergi Subuh Tanpa Pamit

Keberangkatan SY dari rumahnya di Gondang, Nganjuk, pada Selasa (24/2) subuh, juga menyisakan tanda tanya bagi keluarga. SY pergi saat suaminya, NY (38), masih tertidur lelap. Ia membawa putri bungsunya menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan pelindung kepala (helm).

Ibu mertua korban, Suwarti (58), menyebut menantunya itu memang dikenal sebagai sosok yang tertutup.

"Dia memang pendiam. Jadi saya juga tidak tahu, apakah sebelumnya ada masalah atau tidak," ungkap Suwarti.

5. Sidik Jari yang Rusak Total

Polisi menghadapi kendala teknis dalam mengidentifikasi jenazah secara ilmiah. Kondisi jasad yang terbakar hebat membuat sidik jari kedua korban rusak sehingga tidak bisa dideteksi menggunakan alat Mambis. Hal ini memaksa polisi untuk menempuh jalur tes DNA guna memastikan identitas mereka benar-benar SY dan NCQ.

"Nanti akan kami tes DNA untuk mengetahui identitas jenazah. Sampel dari suami untuk anak, kalau untuk istrinya pakai sampel dari ayah kandung istrinya," jelas AKP Dimas.

Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan kepingan teka-teki melalui rekaman CCTV dan pemeriksaan saksi-saksi. Pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah kasus kematian ibu dan anak ini murni bunuh diri atau ada keterlibatan pihak lain?




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads