Tepat pada pukul 05.00 WITA, KMP Pratita milik PT. ASDP Indonesia Ferry berhasil menyeberangkan pemudik terakhir dari pelabuhan Gilimanuk Bali menuju Ketapang Banyuwangi dengan menggunakan KMP Pratita.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano mengungkapkan, pada Rabu (18/3/2026) kemarin antrian diluar kawasan Gilimanuk telah berhasil masuk ke kawasan kantung parkir pada pukul 16.30 WITA.
"Dari jam 16.30 WITA bahwa kendaraan sudah memasuki bufferzone yang kita rencanakan di terminal kargo sambil kendaraan lain kita tarik dari terminal kargo secara berangsur menuju ke pelabuhan," terang Yossi, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah skema operasi dilakukan oleh ASDP dan kementerian perhubungan untuk mengurangi kepadatan lalu-lintas di jalan raya dan di dalam area pelabuhan. Penambahan jumlah kapal dengan mendatangkan kapal perbantuan dari lembar berkapasitas 2.700 gross storage.
"Kami melakukan penambahan jumlah kapal dan mendatangkan kapal milik kami dari pelabuhan yang beroperasi di lembar kapasitas 2.700 gross storage bisa mengangkut lebih dari 70 kendaraan," tambahnya.
Yossi berharap, pada arus balik mendatang, perusahaan jasa angkut logistik dan truk dapat mematuhi aturan SKB sehingga tidak menjadi salah satu pemicu kemacetan parah sebagaimana yang terjadi di Gilimanuk pada arus mudik lalu.
"Sudah kita komunikasikan ke para pengemudi truk untuk bersabar karena operasi masa angkutan Lebaran kita prioritaskan penumpang," ungkapnya.
Selama periode angkutan mudik, data Posko Gilimanuk pada periode 18 Maret 2026 (H-3) mencatat total penumpang mencapai 74.213 orang atau naik 65,2% dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua tercatat 14.659 unit (+44,5%), roda empat 7.260 unit (+87,7%), bus 585 unit (+51,2%), dan truk 1.051 unit (+139,4%).
Total kendaraan mencapai 23.555 unit atau meningkat 58,8%. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, total penumpang mencapai 457.611 orang (+7,2%) dan total kendaraan 146.447 unit (+8,8%). Angka ini menegaskan bahwa lonjakan mobilitas tetap dapat diimbangi dengan penguatan kapasitas layanan yang adaptif.
