Arus mudik di Terminal Arjosari, Malang, mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H-2 Lebaran. Meski mulai ramai, kondisi terminal dilaporkan masih terkendali dan belum terjadi lonjakan penumpang yang drastis atau 'meledak'.
Komandan Regu Nurhadi dari Satuan Pelayanan Terminal Arjosari mengungkapkan, peningkatan penumpang saat ini diperkirakan mencapai angka 10 persen jika dibandingkan dengan hari biasa.
"Kurang lebih (peningkatan) 10-an persen lah. Untuk jumlah pastinya, kita harus menunggu update data total nanti jam 12 malam," ujar Nurhadi saat ditemui di Terminal Arjosari, Rabu (18/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurhadi menjelaskan bahwa data penumpang terus bergerak selama 24 jam.
Berdasarkan data sementara yang masuk, tercatat sudah ada sekitar 3.947 penumpang yang melintas di terminal tersebut, dengan menumpang bus Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP).
Sementara untuk kedatangan bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) berjumlah 839 penumpang dengan jumlah armada yang beroperasi sebanyak 138 unit bus.
Ditanya mengenai asal penumpang, Nurhadi menyebutkan bahwa arus kedatangan paling banyak berasal dari arah barat. Para pemudik ini mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek.
"Kalau yang datang, ramai itu dari arah barat; Jakarta, Tangerang, Bekasi, sama Surabaya," tuturnya.
Ia menambahkan, jadwal kedatangan bus dari arah barat tersebut berlangsung hampir sepanjang waktu, tergantung jam keberangkatan dari titik asal.
"Keberangkatannya macam-macam. Ada yang berangkat malam, sampai sininya pagi. Kalau berangkat pagi, sampai sininya malam. Jadi (arus kedatangan) terus ada," kata Nurhadi.
Terkait kesiapan armada, pihak Terminal Arjosari memastikan jumlah bus yang beroperasi masih mencukupi. Hingga saat ini, pelayanan mudik masih mengandalkan armada reguler tanpa perlu tambahan bus ekstra.
"Armada masih aman, masih pakai yang reguler. Totalnya sekitar 278 bus, di kisaran itulah, 278, 280, sampai 276 bus. Semua beroperasi," tegasnya.
Meski situasi di Terminal Arjosari masih terlihat landai, Nurhadi menyebut sesuai prediksi puncak arus mudik memang terjadi pada hari ini. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan waktu pelaksanaan Lebaran.
"Prediksinya memang hari ini. Ya kita nggak tahu kondisi di lapangan nanti seperti apa, soalnya kan ada yang Lebaran hari Jumat. Berarti kan hari ini dia perjalanan mudik, besok sudah sampai rumah bisa santai-santai," jelasnya.
Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (H-3), Nurhadi menilai tren tahun ini tidak mengalami perbedaan yang mencolok.
"Kayaknya sih kalau kenaikan cuma sedikit ya. Selisihnya nggak banyak, nggak beda jauh dengan tahun kemarin. Intinya di H-3 melihat kondisi sekarang, hampir sama dengan tahun lalu," pungkasnya.
(auh/hil)











































