Bus Trans Jatim koridor Malang-Batu siap diluncurkan akhir bulan ini. Ada 18 halte yang bakal disinggahi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan bahwa peluncuran bus Trans Jatim akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Balai Kota Malang.
"Insyaallah kalau tidak ada halangan diluncurkan 20 November 2025. Insyaallah diluncurkan oleh Ibu Gubernur di Balkot," ujar Widjaja kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Widjaja, layanan Trans Jatim koridor Malang-Batu akan menyediakan 14 armada dan satu unit cadangan. Khusus rute wilayah Kota Malang akan beroperasi sebanyak 7 armada bus.
"Ada 14 armada, dengan satu cadangan. Khusus rute Malang yang beroperasi 7 armada. Sisanya beroperasi di wilayah Batu," tuturnya.
Widjaja menjelaskan, sepanjang jalur dalam wilayah Kota Malang terdapat 18 titik pemberhentian yang terdiri dari halte dan rambu stop.
"Sifatnya ada dua, shelter dan halte. Yang kedua hanya rambu, karena keterbatasan infrastruktur. Penumpang naik-turun hanya di titik yang sudah ditentukan," jelasnya.
Hasil survei bersama Dishub Provinsi Jawa Timur menunjukkan 18 titik itu sudah mencakup arah keberangkatan maupun kepulangan (pulang-pergi) bus dari Batu dan Malang.
Untuk rute di wilayah Kota Malang, bus akan berangkat dari Terminal Hamid Rusdi, menuju Mayjend Sungkono - Gribig - Terminal Madyopuro, lalu berputar kembali melalui Ranugrati - Mayjend Wiyono - Rampal - Urip Sumoharjo - Pasar Klojen - Trunojoyo - depan Stasiun - Kertanegara - Balai Kota - Majapahit - Kayutangan - Semeru - Arjuno - Kawi - Ijen - Bandung - Veteran - Gajayana - Sumbersari - Dinoyo - hingga Terminal Landungsari.
"Panjangnya sekitar 23 kilometer untuk Kota Malang. Arjosari tidak dilewati," terang Widjaja.
Sementara tarif bus ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk penumpang umum, dan Rp2.500 untuk pelajar serta santri. Tiap bus berkapasitas 20 penumpang duduk dan 15 berdiri.
Dalam pelaksanaannya, Dishub juga melibatkan paguyuban pengemudi angkutan kota (angkot) melalui skema 1 bus menggantikan 5 angkot atau 1 : 5.
Pengemudi angkot yang terdampak akan dialihkan menjadi bagian dari operator bus atau tetap diintegrasikan dalam sistem transportasi kota.
"Teman-teman angkot juga mendapat rute baru sebagai feeder ke halte-halte bus. Rute angkot yang diatur sejak 1989 kini direvisi agar sesuai kondisi sekarang," ujar Widjaja.
Selain itu, Dishub juga menyiapkan konversi bus sekolah menjadi angkutan kota dengan skema Buy The Service (BTS). Melalui program ini, pemerintah akan membayar operator untuk mengangkut siswa secara gratis.
"Estimasi awal ada sekitar 80 armada untuk layanan BTS, kemungkinan berjalan awal tahun depan karena menyangkut proses anggaran," tambahnya.
(ihc/abq)
