Elpiji 3 Kilogram sulit didapatkan selama sepekan terakhir di 3 Desa yang ada di Banyuwangi. Ketiga desa yang kesulitan mendapat elpiji itu yakni Desa Genteng Wetan, Songgon, dan Sempu. Sejumlah warga mengaku tidak bisa menemukan elpiji 3 kg yang sering juga disebut elpiji melon di toko-toko pengecer maupun agen terdekat.
Suliyah (57) warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan mengaku dirinya terpaksa harus membeli air galon untuk minum demi menghemat gas yang ia beli dengan harga lebih mahal dari biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya agak lumayan habisnya pengeluaran, biasanya bisa minum air rebusan sekarang harus beli galon sementara anggota keluarga banyak, dan harga elpiji lebih mahal," kata Suliyah, Selasa (17/3/2026).
Nasib serupa dirasakan Ratna (32), dia sempat kehabisan gas elpiji 3 kilogram selama 2 hari sehingga terpaksa tidak bisa memasak. Imbasnya, dia mengandalkan listrik untuk menanak nasi, air, dan sejumlah makanan harus dipanggang.
"Susah sekali di sini mbak, baru dapat setelah nunggu 2 hari dan kemarin ya beli sayur. Untungnya puasa kan nggak terlalu (banyak) masak," ujarnya saat ditemui detikJatim.
Sementara di Desa Sempu, warga setempat bernama Anwar mengaku terpaksa mencari gas elpiji 3 kilogram ke agen yang ada di daerah Pandan. Jaraknya kurang lebih 20 menit dari rumahnya.
"Saya bisa dapat di Pandan, tapi Ibu saya sudah sepuh. Kasihan, nggak bisa naik motor, dan saya beli di agen harus bawa KTP nggak bisa dapat 1 tabung," ujar Anwar.
Hingga Selasa sore, warga di 3 desa tersebut masih kesulitan untuk bisa mendapatkan gas 3 Kilogram di toko-toko pengecer sekitar rumah mereka.
